MTs Al Mukhtariyah Injak Usia Ke-26

Jadi Pusat Pendidikan Karakter

2

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Mukhtariyah Tasikmalaya di Rancamacan Cipari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya menginjak usia 26 tahun. Sekolah tersebut menjawab tantangan akan eksistensi lembaga pendidikan yang berbasis pesantren.

Kepala MTs Al Mukhtariyah Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPdI menuturkan, usia 26 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. MTs Al Mukhtariyah masih bisa bertahan karena terus melakukan inovasi serta mengikuti perkembangan zaman.

“Perjuangan yang panjang, tahun 1993 kita mendirikan MTs ini mulai dari jumlah siswa yang naik turun, pernah juga pinjam ruangan pesantren untuk belajar siswa MTs dan tantangan lainnya,” tutur Asep Rizal saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV Senin (24/9).

Sebagai bentuk syukur, sambungnya, pihaknya menggelar milad sejak Jumat (21/9). Mulai dari kegiatan donor darah, pengobatan gratis, ada juga reuni akbar Al Mukhtariyah.

“Untuk reuni ini kami sangat bangga karena sudah banyak alumni Al Mukhtariyah yang berkiprah dan berkarir di berbagai bidang,” jelasnya. Hal ini menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk mengikuti jejak kakak kelas yang sudah sukses.

Asep Rizal berharap, di usia 26 tahun ini Al Mukhtariyah menjadi centre pendidikan karakter juga pengembangan diri. Makanya, kata ia, pihaknya akan fokus pada optimalisasi potensi peserta didiknya dalam berbagai hal sehingga mampu bersaing di era globalisasi ini. “Sudah banyak peserta didik yang berprestasi dalam bidang seni, tahfiz Alquran dan lainnya. Hal itu akan terus kami optimalkan agar prestasi terus meningkat,” jelasnya.

Pembina Ekstrakurikuler Seni, Nada dan Dakwah MTs Al Mukhtariyah Tasikmalaya Dadan Ridwan M SPdI mengatakan, untuk meningkatkan prestasi peserta didik, pihaknya memiliki beragam ekstrakurikuler yang bisa mewadahi bakat dan potensi siswa. Salah satunya Seni, Nada dan Dakwah. “Lahirnya ekskul seni ini untuk memfasilitasi siswa dalam pengembangan diri, karena kami melihat banyak siswa yang berpotensi dalam bidang seni,” ujar.

Ia mengatakan, perkembangan ekskul seni ini memang luar biasa. “Dulu hanya ada qosidah rebbana saja, tapi karena kita ikuti perkembangan zaman lahir juga seni marawis, nasyid, paduan suara, band dan lainnya,” tutur Dadan.

Bahkan, tahun 2019 pihaknya berencana akan membuat tim paduan suara khusus angklung. Meskipun dari segi perlengkapan alat seni belum lengkap namun hal tersebut tidak menyurutkan motivasi untuk terus belajar dan berkembang. “Melatih anak mencintai budaya lokal, jadi terus semangat untuk belajar,” ungkapnya. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.