Jadi Sasaran KDRT, Bidan Warga Salopa Tasik Polisikan Suami

141
0
MELAPORKAN. Bidan asal Kecamatan Salopa, SA bersama kuasa hukumnya melaporkan KDRT yang dilakukan suaminya ke Polres Tasikmalaya, Jumat (19/2/2021). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
MELAPORKAN. Bidan asal Kecamatan Salopa, SA bersama kuasa hukumnya melaporkan KDRT yang dilakukan suaminya ke Polres Tasikmalaya, Jumat (19/2/2021). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

MANGUNREJA – Seorang bidan bernama SA (35), warga Kecamatan Salopa mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tasikmalaya untuk melaporkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya, Jumat (19/2/2021).

Diduga akibat cemburu buta yang berlebihan, SA (35) mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya, FMN (36). Kekerasan yang dialaminya selain dipukul, diseret sampai disundut oleh api rokok hingga membekas luka.

SA (35) menuturkan, KDRT yang dialaminya ini dilakukan suami di hadapan dua anaknya. Perlakuan kasar yang dialami bukan hanya terjadi sekali ini saja, sebelumnya juga sering mendapatkan kekerasan.

Menurut dia, karena tidak tahan dan habis kesabaran, maka perlakuan kasar yang dilakukan oleh suaminya dilaporkan ke Polres Tasikmalaya didampingi kuasa hukumnya.

“Awalnya cekcok mulut, namun berujung pada kekerasan. Dia memukul saya, menyeret hingga menyundut dengan api rokok. Sebelumnya juga pernah melakukan kekerasan, tetapi puncaknya kemarin,” ujarnya kepada wartawan di Mako Polres Tasikmalaya, kemarin.

loading...

Baca juga : Penerima Bansos di Kabupaten Tasik Diklarifikasi Polisi, PCNU: Kawal Kasusnya!

SA yang sehari-hari bekerja sebagai bidan di Kecamatan Salopa, menjelaskan kalau suaminya akhir-akhir ini sering bersikap temperamen, cemburuan dan ringan tangan memukul. Padahal rumah tangganya sebenarnya sudah dijalin lama hingga dikaruniai empat anak.

Dia menambahkan, selama ini selalu setia dan menjaga hubungan baik dalam berkeluarga. Akan tetapi atas kejadian ini, dirinya pun terpaksa harus mencari perlindungan dan kembali ke rumah orang tuanya.

Kuasa Hukum SA, Imam Tantowi Jauhari SH menambahkan, sebagai kuasa hukum dirinya mendampingi SA dan melaporkan peristiwa ini sebagai KDRT ke Polres Tasikmalaya. Melaporkan sikap suaminya yang mempunyai kecurigaan berlebihan kepada korban hingga melakukan kekerasan di hadapan anak-anaknya.

“Kami laporkan dengan pasal 44 dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Semoga ada jalan yang terbaik buat korban. Kasus ini tengah ditangani oleh kepolisian,” kata dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.