Jaga Alat Pemantau Gunung Berapi!

332
0
MEMANTAU. Kepala Pusat Penerangan Korem 062 Tarumanegara Mayor Aat Supriatna menyambangi kantor PVBG Pos Pengamatan Gunung Papandayan di Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan Rabu (20/3).

CISURUPAN – Aksi pencurian terhadap alat pendeteksi aktivitas gunung berapi atau seismograf mendapatkan perhatian dari Komamdo Resor Militer (Korem) 062 Tarumanagara. Perwakilan dari TNI pun meninjau ke Pos Pengamatan Gunung Papandayan Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan Rabu (20/3).

“Saya sangat prihatin sekali adanya aksi pencurian alat pemantauan gunung berapi. Alat ini sangat penting sekali untuk melihat gunung berapi,” ujar Danrem 062 Tarumanagara Kolonel Inf Parwito melalui Kepala Pusat Penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Aat Supriatna.

Menurut dia, seismograf merupakan alat peringatan dini yang bisa menghindari terjadinya korban jiwa saat gunung berapi erupsi. Karenanya, alat ini sangat penting untuk keamanan dan keselamatan masyarakat. “Masyarakat juga harus faham pentingnya alat ini agar bisa ikut bertanggung jawab menjaga alat ini,” katanya.

Jangan sampai, kata dia, alat yang bisa menjadi antisipasi jika terjadi bencana gunung meletus ini dijarah. “Alat ini seharusnya dijaga, jangan malah dicuri seperti ini,” ujarnya.

Pihaknya peduli terhadap kehilangan alat pendeteksi gunung berapi karena TNI juga aktif mewaspadai ancaman bencana alam, salah satunya bencana gunung meletus. “Semua jajaran Korem telah diinstruksikan siaga bencana selain fokus Pileg dan Pilpres,” terangnya.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Bencana Geologi (PVBG) Pos Pengamatan Gunung Papandayan Momon mengatakan saat ini alat pemantau Gunung Papandayan tinggal tersisa satu unit dari empat stasiun pemantau. “Sekarang hanya tersisa satu stasiun yang bisa memberikan laporan aktivitas Gunung Papandayan,” terangnya.

Kondisi itu membuat pemantauan Gunung Papandayan kurang maksimal. Pengamatan Gunung Papandayan dilakukan hanya satu dari stasiun di Bukit Maung.

Saat ini, untuk melihat kondisi Gunung Papandayan pihaknya hanya mengandalkan data visual gunung dari pos pengamatan. Sementara suhu kawah diukur secara manual dengan mendatangi kawah sebulan sekali di empat titik. “Biasanya bisa ambil data visual dari CCTV, sekarang yang ada kita cabut karena khawatir hilang dan tidak ada powernya (baterai),” jelasnya.

Kondisi itu membuat pihaknya tidak mengetahui kondisi Gunung Papandayan secara utuh. Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa saat ini aktivitas Gunung Papandayan ini aktif normal. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.