Jaga Asa di Laga Pemungkas, 1 Slavia vs Inter 3

15
0
eurosport.com SELEBRASI. Pemain Inter Milan selebrasi usai mengalahkan Slavia pada lanjutan Liga Champions, kemarin.
Loading...

PRAHA – Tidak hanya di Serie A, Inter Milan bersama Antonio Conte musim ini menjadi klub paling kompetitif di kancah Eropa. Di liga domestik, pemegang scudetto delapan musim berturut-turut, Juventus dibuat ketar-ketir, setelah Inter membuntutinya dengan selisih hanya satu poin (34-35) hingga giornata ke-13. Sementara di Liga Champions, Nerazzurri mulai bicara banyak.

Menghadapi Slavia Praha di matchday kelima Grup F, La Beneamata –julukan lain Inter– memetik kemenangan 3-1 di depan pendukung tim tamu. Meski tiket 16 besar belum diraih, kemenangan ini memberi asa Nerazzuri menuju babak selanjutnya. Skuad Antonio Conte menduduki posisi kedua pada klasemen sementara Grup F setelah unggul agresivitas gol dari Borussia Dortmund yang sama-sama mengoleksi 7 poin.

Kendati demikian, Romelu Lukaku dan kawan-kawan tak pantas untuk jemawa dahulu. Pasalnya dalam matchday terakhir (11/12), Inter menjamu Barca yang tengah on fire. Sebaliknya, Dortmund menghadapi Slavia di kandang. Dortmund pun tak bisa menganggap tim asuhan Jindrich Trpisovsky itu sebelah mata. Dua pekan lalu, Cervenobili –julukan Slavia Praha– secara mengejutkan mampu menahan Barca tanpa gol di Camp Nou. Tapi, justru di kandang sendiri Slavia tak pernah menang.

Datang sebagai tim tamu di Sinobo Stadium, skuad Nerazzurri langsung membuka keunggulan pada menit ke-19. Gol tercipta lewat sontekan tajam Lautaro Martinez ke gawang Slavia. Namun, Slavia Praha mendapat penalti pada menit ke-37.

Berawal dari dijatuhkannya penggawa Slavia Praha Peter Olayink oleh Bek Inter Stefan de Vrij di dalam kotak penalti, wasit pun menunjuk titik putih. Tomas Soucek yang menjadi eksekutor sukses melaksanakan tugasnya.

Setelah itu, Inter kesulitan untuk mengembangkan permainannya, hingga babak pertama usai. Baru pada paruh kedua penggawa Inter bisa tampil lebih baik. Conte senang tim asuhannya tampil pantang menyerah. Jelang babak kedua, kiper Slavia Ondrej Kolar harus keluar memungut bola dua kali atas gol torehan Romelu Lukaku (81) dan Martinez (88).

“Para pemain datang dengan semangat yang luar biasa, Sebelum babak kedua dimulai, kami mempersiapkan diri dengan baik untuk tampil maksimal dan menunjukkan tim ini masih belum menyerah,” kata Conte di laman resmi klub.

Loading...

Sanjungan atas hasil kemarin juga keluar dari mulut winger Inter Antonio Candreva. Ia mengatakan Inter telah menunjukkan karakternya yang beringas saat melawan Slavia Praha. “Kami telah melewati ujian besar dan mengambil tiga poin ini, di lapangan di mana banyak tim berjuang,” kata Candreva kepada Inter TV.

“Kami menunjukkan karakter kami di babak pertama, lalu di babak kedua kami pantas memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Meski datang dengan kekuatan penuh di laga terakhir, Inter menghadapi situasi sulit. Ini karena title superior Barca di Camp Nou belum luntur di musim ini. Blaugrana menyapu bersih enam laga kandang di La Liga. Di Liga Champions, rapor Lionel Messi dkk di kandang hanya ternoda karena gagal menaklukkan Slavia pada matchday keempat (6/11). Pada matchday kelima, Barca mencukur Dortmund 3-1 di Camp Nou.

Sementara, rapor Dortmund tidak sebagus Inter saat melakoni laga tandang. Die Borussen hanya sekali menang dari enam laga tandang musim ini. Bahkan, Marco Reus dkk dihantam Bayern Muenchen 0-4 dalam lawatan terakhir (10/11). Di Liga Champions, skuad Lucien Favre baru sekali menang di laga tandang. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.