Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Jaga Jarak saat Pencoblosan, KPU Kabupaten Tasik Tambah 690 TPS

199
0
KONFERENSI PERS. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tasikmalaya konferensi pers terkait penambahan jumlah TPS dan kebutuhan anggaran, Minggu (14/6). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 dengan anjuran untuk selalu jaga jarak membuat KPU Kabupaten Tasikmalaya harus menambah jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Sehingga tidak terlalu ada kerumunan pada saat pemungutan suara.

Baca juga : Masa Belajar di Rumah Siswa Kabupaten Tasik Sampai 20 Juni

KPU Kabupaten Tasikmalaya pun telah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk dukungan anggaran dalam penambahan TPS dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP menjelaskan, awal pelaksanaan tahapan pemilu lanjutan akan dimulai Senin (15/6).

Dengan diawali pengaktifan kembali badan ad hoc yang selama pandemi dinonaktifkan.

Menurut Zamzam, pelaksanaan tahapan pilkada di tengah kondisi Covid-19 disesuaikan dengan PKPU yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

“Maka akan mempengaruhi terhadap jumlah kebutuhan anggaran. Salah satunya karena ada penambahan jumlah TPS,” ujarnya di kantor KPU, Minggu (14/6).

Menurut dia, penambahan TPS di pilkada nanti sekitar 690 TPS yang tersebar di 351 desa dan 39 kecamatan.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk mengurai kerumunan pemilih dan mengurangi risiko kontak fisik antara pemilih dengan petugas di TPS.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Hukum dan Pengawasan Fachrudin SAg menambahkan, jumlah TPS semula 3.050 dengan berdasarkan data jumlah pemilih per TPS sebanyak 800 pemilih.

“Namun karena adanya pembatasan, pemilih dibatasi menjadi 500 pemilih per TPS, maka jumlah TPS diperbanyak 690 menjadi 3.740 TPS,” terang dia.

Kata dia, penambahan 690 TPS dengan jumlah pemilih berdasarkan hasil sinkronisasi DP4 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 sebanyak 1.376.647 orang.

“Ditambahnya jumlah TPS tersebut, maka otomatis jumlah petugas dan juga logistik TPS bertambah,” ungkap dia.

Sementara itu, tambah dia, untuk jumlah petugas TPS tambahan jika dihitung-hitung 690 TPS dikali 9 orang petugas, jadi dibutuhkan sebanyak 6.210 orang.

“Maka konsekuensinya penambahan kebutuhan anggaran untuk honorarium sebesar Rp 3,9 miliar,” papar dia.

Kemudian, lanjut dia, adalagi kebutuhan anggaran pengadaan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan sebesar Rp 2,7 miliar.

Maka total kebutuhannya untuk penambahan anggaran pilkada kali ini sebesar Rp 6,6 miliar.

Dia menjelaskan dengan penambahan jumlah kebutuhan anggaran pelaksanaan pilkada di tengah Covid-19 sebesar Rp 6,6 miliar.

Maka jika ditotalkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 59,6 miliar. “Semula kebutuhan anggaran yang diajukan KPU ke pemkab sebesar Rp 57,5 miliar. Dengan diberlakukannya program pencegahan wabah Covid-19, kita KPU merasionalisasikan anggaran kebutuhan menjadi Rp 45,7 miliar,” jelas dia.

Lanjut dia, itu pun sudah mengurangi kegiatan-kegiatan tatap muka yang melibatkan massa.

Pada intinya dengan adanya penambahan TPS dan pemberlakuan protokol kesehatan, KPU membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp 6,6 miliar.

Baca juga : Pasar di Kabupaten Tasik tak Tersentuh Dana Covid-19

Fahrudin menambahkan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah untuk kebutuhan anggaran tambahan tersebut, akan coba diusulkan ke pusat melalui pemerintah provinsi.

“Intinya kebutuhan anggaran tambahan dipastikan terpenuhi. KPU tetap berkomitmen dan siap untuk melaksanakan pilkada yang berintegritas dan memperhatikan protokol kesehatan,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.