Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%

0%

Jaga Mood, Hindari Depresi 

37
0
dr RR Dyah Rikayanti N SpKJ

BANJAR – Semua orang pasti pernah merasa sedih, murung dan putus harapan. Hal itu dianggap normal. Namun, jika sudah dua pekan merasakan hal tersebut, seseorang dinyatakan mengalami depresi.

Depresi merupakan gangguan suasana hati atau mood. Ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli terhadap dirinya sendiri dan sekitarnya.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr RR Dyah Rikayanti N SpKJ mengatakan depresi dibagi dua berdasarkan gejala utama dan penyerta. Gejala utama biasanya dipicu sering murung, malas beraktivitas dan sedih.

“Sedangkan gejala penyerta banyak penyebabnya. Seperti sulit tidur, nafsu makan kurang, sakit kepala, tidak fokus, letih, lesu dan lainnya,” ujarnya kepada Radar, Jumat (14/6).

Namun, kata dia, jika seseorang atau penderita mengalami depresi sudah parah biasanya disertai gejala gangguan pikiran. Seperti berpikir berdosa yang berlebihan, berpikir orang mau menjahati dirinya.

Bahkan penderita mendengar adanya bisikan yang tidak didengar orang lain. Sehingga seseorang dianggap mengalami depresi.

“Pemicunya sangat bermacam-macam. Seperti masalah rumah tangga, ekonomi, pekerjaan, lingkungan, sosial dan termasuk masalah politik,” bebernya.

Hal itu, kata ia, dapat dihindari dengan kemampuan beradaptasi terhadap masalah yang efektif. Bagaimana menyesuaikan antara harapan dan kenyataan.

Seseorang yang mengalami depresi harus belajar menerima kenyataan dengan ikhlas. Dan setelah semua dilakukan baru ikhtiar, diiringi dengan berdoa kepada Allah SWT.

“Depresi kebanyakan dialami oleh orang dewasa, baik pria maupun wanita. Yang ditimbulkan oleh dua aspek, yakni psikologi dan fisik,” imbuhnya.

Kata dia, aspek psikologi, ciri-ciri depresi seperti selalu dibebani rasa bersalah. Putus asa, rendah diri dan tidak berharga. Merasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Suasana hati yang buruk. Mudah marah atau sensitif dan mudah menangis.

“Yang paling buruk, timbul pemikiran untuk melakukan percobaan bunuh diri. Ini yang sangat dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara dilihat dari aspek fisik, ciri-ciri depresi yakni selalu merasa kelelahan, selera makan menurun, insomnia atau malah terlalu banyak tidur, tidak ada gairah seksual, perubahan berat badan dan lainnya.

Tambah dia, penderita depresi ringan dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial terganggu. “Sementara depresi berat, sama sekali tidak bisa melakukan aktivitas dalam hidupnya,” jelasnya.

Dyah menjelaskan, hal terakhir yang dilakukan oleh seseorang yang mengalami depresi yakni harus melakukan pengobatan. Minimal berkunjung ke psikiater atau dokter jiwa. Jika merasa khawatir terhadap perasaan sedih yang berkepanjangan. “Kalau diperlukan diberi obat anti depresi,” tuturnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.