Jaga Tradisi Baca Kitab Kacijulangan

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIJULANG – Puluhan Warga Dusun Binangun Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran mengikuti kajian sejarah dan pembacaan kitab Kacijulangan, yang rutin diselenggarakan setiap bulan Muharam tiba.

Tokoh Cijulang Erik Krisna Yuda mengatakan pembacaan kitab Kacijulangan rutin dilakukan setiap dua tahun sekali, antara bulan Muharam dan Mulud. ”Pembacaan kitab Kacijulangan dilakukan sejak abad ke-18, kitab ini adalah karangan eyang jumer,” tuturnya kepada Wartawan Jumat (14/4).

Menurut dia, isi kitab tersebut merupakan saduran dari beberapa riwayat, menceritakan penciptaan langit dan bumi dan juga nama-nama tempat. ”Didalamnya juga menceritakan tentang marifatullah,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sebuah tradisi turun temurun dan sampai detik ini masyarakat Cijulang terus melaksanakannya. ”Biasanya tempat kajian kitab Kacijulangan dilaksanakan bergilir di sekitaran Kecamatan Cijulang,” katanya.

Ke depan, lanjut dia, diharapkan generasi muda Kecamatan Cijulang bisa melanjutkan tradisi tersebut, karena bagaimanapun merupakan budaya dengan kearifan lokal. “Jangan sampai tradisi ini hilang begitu saja,” jelasnya.

Aki Adjim, yang juga salah satu tokoh di Cijulang memaparkan bahwa kitab Kacijulangan ditulis dengan huruf arab gundul dan tutur bahasa Jawa. ”Kitab ini juga bisa disebut kitab Purwaningjagat,” ungkapnya.

Dalam kitab ter­se­­but, dibahas juga sil­­silah keturunan ma­sya­rakat Kabupaten Pa­ngandaran khu­sus­nya masyarakat Kecamatan Cijulang. (den)

loading...