Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Jakat Profesi ASN dan Dewan Pangandaran Belum Maksimal

35
0
SIMBOLIS. Baznas Kabupaten Pangandaran menerima secara simbolis zakat profesi ASN dan DPRD, Rabu (28/7). DENI NURDIANSYAH / RADAR TASIKMALAYA
SIMBOLIS. Baznas Kabupaten Pangandaran menerima secara simbolis zakat profesi ASN dan DPRD, Rabu (28/7). DENI NURDIANSYAH / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangandaran mencatat zakat profesi ASN dan DPRD baru mencapai 150 juta atau 30 persen dari potensi Rp 500 juta. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama untuk bisa menggenjot potensi yang ada.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) Kabupaten Pangandaran Hendri Suganda mengatakan, pada Juli zakat profesi dari ASN dan juga DPRD mencapai Rp 150 juta. Jumlah tersebut ada peningkatan dibandingkan akhir Desember 2019 yang hanya mencapai Rp 40 juta.

Menurutnya, potensi zakat profesi di Kabupaten Pangandaran mencapai Rp 500 juta, itu berarti baru mencapai 30 persen saja yang sudah masuk.

“Itu karena potensi zakat ini diambil hanya dari gaji pokok saja, belum dari tunjangan dan sertifikasi, kalau ada dari dua sumber tersebut mungkin bisa mencapai Rp 500 juta,” jelasnya kepada Radar, Rabu (29/7).

Baca juga : PC GP Ansor Pangandaran Harus Netral di Pilkada

Kenaikan ini, menurut dia, ada efek dari keluarnya instruksi bupati mengenai keharusan membayar zakat profesi. “Jadi cukup signifikan kenaikannya setelah keluar instruksi itu,” katanya.

Lanjut dia, zakat tersebut disalurkan untuk masyarakat miskin di Pangandaran. Sedangkan bulan ini disalurkan kepada pelaku UMKM sebanyak 450 pedagang yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Menurut dia, 215 di antaranya adalah pedagang di Objek Wisata Pangandaran dan sisanya dari kecamatan lain. Mereka kehilangan omzet selama Covid-19, bahkan saat di survei banyak yang keluar kota untuk bekerja.

“Diharapkan ke depannya zakat profesi di Pangandaran bisa meningkat dan banyak masyarakat kurang mampu terbantu,” harapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Drs Tedi Garnida MM mengapresiasi penyaluran zakat kepada pelaku UMKM yang kini dalam keterpurukan akibat terpaan pandemi Covid-19. “Banyak pedagang yang kini sedang kesulitan, terutama mereka yang usaha di area wisata,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.