Tim Gabungan Layak Diapresiasi, Bekerja Siang Malam

Jalan Dadakan Demi Bangkai Helikopter

137
0
DI LOKASI. Petugas sedang mendiskusikan proses evakuasi yang rencananya dilaksanakan hari ini (20/3).

TASIK – Tim gabungan dilokasi jatuhnya helikopter BO 150 M PK-EAH di Bukit Ceuri Kampung Situhiang, Cinipah, Desa Sirnaputra Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya layak diapresiasi.

Bagaimana tidak, tim yang terdiri dari TNI, Polri, La­nud Wiriadinata, Basarnas, BPBD dan masyarakat se­kitar sejak Sab­tu (16/3) terus men­jaga bangkai helikopter.

Apalagi, kemarin (19/3), tim gabungan bersama masyarakat gotong royong membuat jalan dan jembatan sasak. Untuk jalur yang akan dilalui membawa potongan bangkai helikopter.

Danramil 12/12 Leuwisari Kapten Czi Rohadi menjelaskan tim gabungan dibantu masyarakat membuat jalan buatan dengan alas pijakan dari bambu. Hal ini untuk proses evakuasi bangkai helikopter yang direncanakan hari ini (20/3).

“Kita sudah buat jalan buatan, untuk jalur evakuasi. Supaya mudah dilalui, karena bangkai helikopter akan dipotong-potong lalu diangkut secara manual oleh tim gabungan,” jelas Kapten Rohadi kepada Radar, di lokasi pesawat jatuh di Desa Sirnaputra, Selasa (19/3).

Rohadi mengungkapkan rute yang akan dipilih membawa potongan bangkai helikopter, yakni jalur lurus dari lokasi jatuhnya helikopter. “Nantinya potongan helikopter menuju jalan desa, karena telah disiapkan kendaraan pengangkut,” terang dia.

Dia menambahkan memilih jalur lurus, agar mempercepat jarak ke kendaraan yang akan mengangkut potongan bangkai helikopter. “Karena kalau pilih jalur melingkar, akan lama dan medannya cukup sulit, jalan kecil dan banyak tebing,” kata Rohadi.

Menurutnya, jarak yang ditempuh jika memilih jalur lurus sekitar 500 meter. Sedangkan bila melalui jalur melingkar jaraknya sampai satu kilometer. “Kalau pilih jalur memutar akan lama, jalan kecil, melewati lahan persawahan milik warga, takut rusak,” ungkap dia.

Adapun jalur lurus dipilih, tambah Rohadi, akan lebih mudah dilalui tim gabungan mengangkut potongan bangkai helikopter. “Makanya kita buat jalur jalan buatan, kita gotong royong, pakai cangkul dan dibuat tangga-tangga tanah. Serta pijakan dari bambu,” paparnya.

Selain itu, kata Rohadi, tim gabungan pun akan membuat jembatan dari bahan pohon-pohon dan bambu yang dipasang melewati chek dam atau aliran sungai. “Supaya proses evakuasi lebih mudah. Jadi kita buat sasak, sehingga jalur lurus yang kita pilih harus melewati jembatan atau sasak buatan. Insya allah besok sudah selesai. Kita kerja sampai malam,” tambah dia.

Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya Letkol PNB Muhammad Pandu Adi Subrata SH menegaskan proses evakuasi helikopter akan dilakukan hari ini (20/3) siang hari.

“Kita masih menunggu dari tim operator PT Air Transport Services (ATS). Rencananya akan tiba Rabu (20/3) dini hari. Lalu, siangnya evakuasi bisa dilakukan,” jelas Pandu.

Menurut Pandu, paling cepat proses evakuasi dilaksanakan Rabu (20/3) siang. Karena tim asuransi dari Singapura sudah mengecek kondisi kerusakan beserta kerugian helikopter. Termasuk, tim operator dari PT ATS sudah mengecek kondisi helikopter secara keseluruhan. “Jadi tim operator dari PT ATS, pada Senin (18/3) sudah kembali lagi ke Jakarta, untuk melaporkan ke pusat. Kemudian Rabu (20/3) kembali lagi membawa alat yang diperlukan untuk evakuasi,” jelas Pandu.

Selain itu, kata Pandu, Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun sudah mengumpulkan data dan peralatan pesawat yang dibutuhkan bagi kepentingan identifikasi. “Tapi penyebab kecelakaan belum bisa disampaikan, KNKT butuh waktu melakukan identifikasi penyebabnya,” terang dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.