Jalan Terjal Mobil Listrik

12
0
Enny Sri Hartati Peneliti Senior Indef

JAKARTA – Meski Per­aturan Presiden (Per­pers) mo­bil listrik telah di­teken Presiden Jo­ko Wi­dodo (Jokowi), na­mun pengembangan mo­bil lis­trik di Indonesia ma­sih menemukan banyak kendala.

Terkait pengembangan mobil listrik di Indonesia mendapat sorotan peneliti senior Indef, Enny Sri Hartati. Kehadiran mobil listrik di Indonesia memang tidak mudah, karena perlu waktu seperti menyiapkan pembangunan sarana dan prasarana mobil listrik.

“Selain itu, kita juga masih terkendala di baterai. Bagaimana bisa diproduksi baterai untuk mobil listrik yang harganya kompetitif, begitupun untuk infrastruktur pengisian dayanya juga harus kita bangun dulu, agar demand untuk mobil listrik ini bisa terbentuk,” kata Enny kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (19/8).

Lanjut Enny, masih tingginya harga baterai akan membuat harga jual mobil listrik menjadi mahal. Nah, untuk menekan harga, maka pemerintah harus membuat semua komponen mobil listrik dari dalam negeri.

“Agar bisa bersaing dan diminati konsumen harus bisa dibuat baterai dengan komponen dari dalam negeri sehingga harganya bisa terjangkau dan bisa bersaing dengan harga mobil BBM,” ujar Enny.

Selain itu, pemerintah juga harus memberikan insentif yang menarik bagi produsen maupun pengguna mobil listrik di Indonesia. Dengan demikian, Enny optimis harapan pemerintah terkait penggunaan mobil listrik yang masif akan tercapai.

“Ini kan jga upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang semakin tinggi jumlahnya, dan juga mengurangi polusi udara di kota kota besar yang terus meningkat,” ucap Enny.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto menyambuit baik pemerintah mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia. “Kami menyambut baik sekali. Itu yang kami tunggu-tunggu selama ini,” ucap dia.

Dia meyakini kehadiran mobil listrik di Indonesia akan mendatangkan investasi di dalam negeri. Untuk itu, pihaknya bersiap membuat mobil listrik sebagaimana mendukung keinginan pemerintah.

Senada dengan Gaikindo, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy menyatakan mendukung keinginan pemerintah pengadaan mobil listrik. “Melalui Electrification Day ini, konsumen mendapat sebuah gambaran yang semakin jelas bagaimana Indonesia bisa mengurangi emisi C02 dan konsumsi bahan bakar dengan meningkatnya kendaraan Elektrik Hybrid,” tukas Anton. (ds/din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.