Jalan Tol Kota Tasik Gerus Lahan Pertanian di 4 Kecamatan

16662
1

TAWANG – Masyarakat Kota Tasikmalaya diminta mendukung program pembangunan nasional Tol Bandung- Tasik-Cilacap (Bataci).

Sebab, program yang menjadi prioritas Presiden RI Joko Widodo tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan rencana target yang mana beroperasi pada Tahun 2024.

Baca juga : Jalan Antar Kampung di Salawu Tasik Amblas & Longsor, 80 KK Terisolir

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menjelaskan seusai rapat dengan Dirjen Binamarga Bidang Perencanaan dan Pembangunan Tol, konsultan serta Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung Selasa (7/7).

Seluruh kepala daerah yang nantinya terlewati jalur bebas hambatan tersebut bersiap diri.

“Alhamdulillah, sesuai target dan jadwal tidak ada perubahan. Sekarang memasuki tahapan sosialisasi kepada masyarakat yang akan dimulai Juli. Kami bersyukur Pak Presiden merealisasikan janjinya ke masyarakat Tasik,” ucap Budi usai menghadiri Muskot KONI Kota Tasikmalaya di Jalan BKR, Rabu (8/7).

Loading...

Dia menjelaskan di Kota Tasikmalaya empat kecamatan yang terlewati, yakni Mangkubumi, Kawalu, Tamansari dan Cibeureum.

Pintu tolnya tetap berada di Jalan Gubernur Swaka. Pada sosialisasinya nanti, kata Budi, Pemerintah Pusat bakal turun langsung mengenai pembebasan lahan warga yang dilintasi rencana tol.

“Penloknya nanti keluar, pasti akan langsung proses penggantian lahan warga dalam membangun tol tersebut,” tuturnya.

Proses selanjutnya, lanjut Budi, akan ada tim appraisal atau penaksir harga lahan yang nantinya akan menentukan besaran rupiah setiap lahan warga yang dibebaskan.

Disesuaikan dengan harga pasaran lokasi dan tak akan merugikan masyarakat. Pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat untuk mendukung pembangunan tol demi meningkatkan seluruh sektor setelah dibangunnya jalan tol.

“Kepada masyarakat yang kena (pembebasan lahan, Red), saya harap mendukung karena buat pertumbuhan ekonomi. Kami semua juga sedang merubah renacana tata ruang wilaya (RTRW) untuk disesuaikan dengan jalan Tol yang dibangun. Alhamdulillah, tol ini prioritas utama di pusat,” jelas Budi.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Radar, Pemprov Jabar telah membahas wilayah yang dilintasi tol ini beserta posisi pintu tol tersebut. Pembangunan tol itu akan dikerjakan dalam dua tahap.

Pada tahap I, pembangunan dilakukan dari Gedebage, Garut sampai Tasik. Sementara tahap selanjutnya akan dilanjutkan dari Tasik, Banjar, Pangandaran hingga Cilacap, Jawa Tengah.

PT Jasa Marga (Persero) telah ditunjuk sebagai pengelola pembangunan tol tersebut. Diperkirakan anggaran tahap I meliputi biaya investasi dan konstruksi mencapai kurang lebih sekira Rp 60 triliun.

Angka yang sama juga disebut menjadi nilai anggaran untuk tahap II. Jarak tempuh tahap I tol tersebut adalah 95,2 kilometer dan Tasik-Cilacap sepanjang 111 kilometer. Sesuai rencana, proses usulan penetapan lokasi dilaksanakan pada Mei 2019 hingga April 2020.

Sementara itu proses prakualifikasi berlangsung Oktober-Desember 2019, proses lelang pada Desember 2019 hingga Juni 2020, proses pembebasan tanah pada April 2020 hingga 2022, dan proses rekontruksi Tahap I segmen Gedebage-Tasik pada 2022-2024. Tol direncanakan beroperasi April 2024.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya H Dindin S Ahmad mengatakan saat ini pihaknya terus mereview perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Di mana, sejak tahun 2017 program tersebut secara kontinyu dikaji dalam mengatur rekayasa penataan wilayah.

“Nah diantaranya kami juga menyesuaikan dengan rencana masuknya tol ke Kota Tasikmalaya. Merujuk rencana trase yang ditetapkan Provinsi dan Pusat,” ucap Dindin.

Dia menggambarkan secara umum, adanya jalur tol yang melintasi area pertanian berkonsekuensi hilangnya lahan seperti sawah atau lahan produktif.

Pihaknya terus mengatur pola ruang supaya alokasi kebutuhan lahan hijau bisa tetap terjaga, sesuai kebutuhan yang dikaitkan dengan visi misi daerah.

“Termasuk amanat pimpinan itu, visi kita kan sebagai pusat perdagangan dan perindustrian termaju di Jawa Barat. Otomatis, dalam draft revisi RTRW kami sesuaikan juga,” kata dia menjelaskan.

Baca juga : KH Atam: Bantuan ke Ponpes di Kabupaten Tasik Harus Merata

Gambaran lainnya, lanjut Dindin, di sekitaran exit tol ke depan direncanakan peruntukannya bagi area industri. Supaya memudahkan aksesibilitas dalam mendistribusikan bahan-bahan industri dari luar mau pun dalam kota.

“Supaya memudahkan, gambarannya ya di dekat exit tol akan kami tambah ruang peruntukan bagi industry. Namun tetap kami sesuaikan supaya tidak mengganggu kepentingan lain,” katanya.(rez/igi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.