Jalin Kerja Sama dengan Komisi Informasi

127
0
JALIN KERJASAMA. Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Dan Satriana menunjukkan berkas MoU yang telah ditandatangani Sabtu (21/4).

TAROGONG KALER – Universitas Garut (Uniga) menjalin kerja sama dengan Komisi Informasi Jawa Barat terkait pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Kerja sama ditandai penandatanganan memorandum of understanding (MoU), oleh Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng dan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Dan Satriana di Kampus Uniga Sabtu (21/4).

Dan Satriana mengatakan Uniga merupakan perguruan tinggi swasta dengan kredibilitas sangat baik di Priangan Timur. Sebab itu pihaknya menjalin kerja sama.

“Niat kerja sama dengan perguruan tinggi sudah cukup lama, namun baru saat ini dapat terjalin,” ujarnya.

Kerja sama itu, kata dia, nantinya akan dikembangkan dengan perjanjian yang spesifik. Apalagi saat ini ada agenda pesta demokrasi. Yakni Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018.

Dia melihat KPU Garut sebagai penyelenggara Pilkada, memberikan informasi yang menyeluruh tentang profil para calon kepala daerah.

MoU itu bisa jadi gerbang bagi Komisi Informasi dan Uniga untuk membantu menyosialisasikan tersebut.

Intinya, kata dia, kerja sama yang dijalin akan bergerak secara fleksibel sesuai kebutuhan dan situasi. Misal, terkait pendidikan, bisa berupa penelitian mahasiswa atau ceramah umum.

“Kerja sama dengan Uniga ini menjadi awal, nanti akan berlanjut ke kampus lainnya,” katanya.

Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin MEng menyambut baik kerja sama tersebut. Tujuan utama MoU tersebut adalah saling menunjang dalam pelaksanaan tugas.

Seperti dalam bidang pendidikan, pelatihan, diskusi ilmiah, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan prinsip kekeluargaan, kemitraan, serta saling memberikan manfaat.

Syakur menuturkan diberlakukannya undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, menjadi tantangan besar.

Bagaimana satu bangsa harus hidup pada informasi yang terbuka. Hal itu membuat badan-badan publik dan institusi pemerintahan wajib memberikan segala informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Di sini lah kita sebagai akademisi berkewajiban membuka ruang informasi tersebut melalui kegiatan-kegiatan diskusi, penelitian, pengabdian masyarakat dan sebagainya,” paparnya. (yna/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.