Jalur Andesit Di Kota Tasik Rusak, Dewan Jangan Diam

118
0
RUSAK LAGI. Water barrier dipasang di kawasan andesit Minggu (16/2), karena kawasan tersebut rusak lagi. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – DPRD Kota Tasikmalaya diminta tidak tinggal diam terkait kawasan batu andesit. Publik menunggu peran dan fungsi legislatif.

Tokoh masyarakat Tasikmalaya H Noves Narayana mengatakan para legislator jangan hanya berdiam diri. Mereka harus memberikan dorongan kepada pemerintah supaya menuntaskan permasalahan kawasan andesit yang kini rusak lagi.

Baca juga : 8 Pemuda Diringkus Polisi saat Pesmir Tuak di Jalan Sirnagalih Kota Tasik

“Jelas anggota dewan jangan diam saja, harus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (16/2).
Pemerintah pun harus responsif menjawab keluhan warga soal andesit itu. Karena bagaimana pun tugas pemerintah melayani masyarakat dengan fasilitas yang dimiliki.

“Saya sempat lihat ada yang ke situ memperbaiki, tapi sekarang kelihatan sudah rusak lagi,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan batu andesit yang kini menjadi jalur lalu lintas memang mengganggu. Selain karena sudah rusak, material itu juga bukan peruntukan jalur lalu lintas. “Jadikan aspal saja lagi kalau memang mau dijadikan jalan,” ujarnya.

Terkecuali, kata Noves, pemerintah akan mengembalikan kawasan andesit menjadi bagian dari taman. Konsekuensinya, kata putra tokoh Tasikmalaya (alm) H Adang Roosman ini, kawasan tersebut harus terlarang untuk kendaraan dan pedagang kaki lima (PKL).

“Karena pilihannya hanya dua, bongkar atau jadikan bagian taman lagi,” tuturnya.
Kepala Bidang Taman dan Makam Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya Heru Susanto menyebutkan bahwa pada saat andesit dibangun, memang tidak ditutup untuk arus kendaraan. Hanya kecepatannya yang dibatasi.

“Awalnya itu boleh untuk kendaran juga, tapi dengan kecepatan pelan,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (14/2).
Namun demikian, kata Heru, perkembangannya, kawasan andesit ditutup sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Itu untuk memberikan ruang yang leluasa bagi pengunjung taman. Namun tanpa diduga, PKL malah mangkal di kawasan tersebut, sehingga akhirnya kawasan itu dikembalikan menjadi jalur lalu lintas.
“Kalau tidak jadi area pedagang kaki lima, itu mungkin akan kita pertahankan,” ujarnya.

Disinggung soal anggaran untuk pembangunan kawasan andesit, Heru mengaku tidak ingat. Namun saat ini dia mengaku sudah tidak punya kewenangan apa-apa terkait kawasan tersebut.
“Karena sekarang sudah diserahkan ke (Dinas) PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red),” tandasnya.

Baca juga : Usai Dikarantina di Natuna, Warga Tobongjaya Cipatujah Tasik Negatif Corona dan Akan Dipulangkan

Pantauan Radar, area andesit yang beberapa waktu lalu diperbaiki dinas PUPR Kota Tasikmalaya kini sudah rusak lagi. Water barrier pun dipasang untuk menghalangi pengendara melintas di salah satu area batu andesit yang rusak tersebut. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.