Tebing Setinggi 20 Meter Longsor di Malangbong, Garut

Jalur Bandung-Tasik Sempat Lumpuh

107
LONGSOR. Tebing setinggi 20 meter di Kampung Pangkalan Desa Sukarat Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut longsor Selasa (25/12).

GARUT – Hujan yang mengguyur wilayah Garut Senin (24/12) mengakibatkan tebing setinggi 20 meter dan lebar 15 meter di Kampung Pangkalan Desa Sukarat Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut longsor.

Hal ini menyebabkan seluruh badan jalan nasional Bandung-Tasikmalaya tertutup material longsor, Selasa dini hari (25/12). Akibatnya arus lalu lintas dari kedua arah sempat lumpuh sekitar 15 jam.

Kasatlantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro mengatakan kejadian longsor tanah tersebut menutup hampir seluruh badan jalan nasional sekitar pukul 04.00.

Akibatnya arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terganggu. “Kondisinya tidak bisa dilewati karena badan jalan hampir tertutup material longsor,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Untuk menanggulangi,  pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Bandung dan Tasikmalaya mengalihkan arus lalu lintas baik dari arah Tasikmalaya menuju Bandung maupun sebaliknya.

Pengalihan arus dari Bandung menuju Tasikmalaya,  kata dia, diarahkan melalui Garut atau jalur alternatif ke Leles, Kadungora. Sementara kendaraan dari arah Tasikmalaya ke Bandung dialihkan dari Tasik Kota ke arah Singaparna kemudian ke Cilawu dan masuk Garut Kota.

“Kendaraan dari arah Tasik ke Bandung ada juga yang diarahkan ke Wado Sumedang lewat simpang tiga pasar Malangbong,” terangnya.

Saat ini,  kata dia,  arus lalu lintas dari kedua arah sudah bisa dilalui,  setelah petugas gabungan melakukan pembersihan material longsoran di badan jalan. “Jalur sekarang sudah bisa dilalui sekitar pukul 14.00, setelah kami bersihkan bersama-sama, “ paparnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dadi Zakaria mengatakan longsoran tanah tebing itu hanya menimpa badan jalan dan tidak merenggut korban jiwa. “Longsor terjadi pukul 04.00 di Kampung Binarum, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut,” kata Dadi.

Ia menuturkan bencana longsor di Malangbong terjadi selain akibat hujan juga karena kondisi tanah yang labil sehingga mudah terjadi longsor. Tanah tebing yang tergerus longsor diperkirakan tingginya 20 meter dan lebarnya 15 meter. “Tanah longsor lebar sekitar 15 meter, dan tinggi 20 meter,” katanya.

Dadi menegaskan sudah berkoordinasi dengan dinas terkait menyediakan alat berat di beberapa titik yang rawan longsor. “Seperti sekarang,  kami langsung atasi dan bisa beres dalam waktu yang singkat,” tandasnya.

Sudah Normal

Longsornya tebing di Jalur Malangbong Kabupaten Garut memberi efek kepada kondisi jalur Gentong Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/12). Arus sempat dialihkan ke jalur Singaparna karena kepadatan di Malangbong cukup parah.

Akibat longsoran tersebut, polisi memberlakukan buka tutup jalur di wilayah Malangbong. Hal tersebut membuat antrean panjang kendaraan khususnya dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.

Proses evakuasi sempat terhambat karena alat berat mengalami masalah. Guna mencegah kemacetan parah, polisi mengalihkan jalur ke Singaparna, begitu juga di Banjar dimana arus kendaraan dialihkan di titik Cimaragas.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andriyanto SH MH mengatakan selepas ashar evakuasi material longsor di Malangbong sudah selesai. Pukul 16.00 jalur Gentong sudah kembali normal.

“Sempat selama satu jam kita tutup untuk proses pembersihan arus, sekarang sudah normal kembali,” terangnya saat dihubungi Radar.

Selama beberapa hari ke depan, kata Andri, diprediksi jalur Gentong akan normal sampai akhir Desember. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan akan kembali terjadi di masa akhir liburan. “Nanti kemungkinan penuh lagi pas mau pada balik,” terangnya.

Namun demikian, kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dalam berkendara. Karena kelalaian sedikit pun bisa berakibat fatal bahkan menimbulkan kematian. “Tetap hati-hati, banyak berdoa supaya bisa terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya. (yna/rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.