Jalur Gentong Menguji Kesabaran

2286
PADAT. Kendaraan masih terlihat padat di Jalur Gentong, Kadipaten, Tasikmalaya Senin (10/6).

TASIK – Pengendara yang melintas di Jalur Gentong Kabupaten Tasikmalaya berharap ada evaluasi dari pemerintah untuk memperbaiki jalan di wilayah tersebut. Agar

jalur mudik tersebut menjadi lebih baik di masa mudik berikutnya.

Hal tersebut dikatakan, Sutikno (40), pebalik yang melintasi Jalur Gentong. Menurutnya, jalan di Gentong perlu diperlebar. Pasalnya dengan trek yang menanjak dan menikung, menyulitkan pengguna jalan untuk melaluinya. Ditambah kondisi jalan sempit. “Kalau enggak padat sih enggak masalah, tapi kalau seperti ini (padat, Red) bikin pegal yang nyetir,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (10/6).

Kepadatan di Jalur Gentong, kata dia, benar-benar menguji kesabaran. Bagaimana tidak, dia sudah terjebak macet di kawasan tersebut lebih dari satu jam. Dia pun enggan menepi untuk beristirahat karena ingin secepatnya sampai tujuan. “Mau ke Jakarta, istirahatnya sambil macet-macetan saja,” tuturnya.

Serupa dengan Bagus (33), wisatawan asal Jakarta itu menilai Jalur Gentong harus diperlebar. Namun pelebaran tidak hanya di jalur yang menanjak, karena menurutnya tetap akan menimbulkan kemacetan. “Minimal sampai sebelum Malangbong jalannya lebar, karena kalau cuma di Gentong saja percuma,” ujarnya.

Untuk kondisi jalan, dia menilai sudah baik dan mulus. Tetapi hal itu tidak cukup untuk membuat arus lalu lintas di masa mudik terhindar dari kemacetan. “Jalannya sih udah bagus, enggak ada lubang-lubangnya dan macetnya juga enggak terlalu parah,” katanya.

Beda halnya dengan pebalik yang menggunakan sepeda motor. Di antaranya Ridwan Gunawan (35) yang berharap ada perbaikan di bahu-bahu jalan sepanjang jalur Gentong. Pasalnya, dalam kondisi macet trek tanah itu menjadi celah pemotor melewati kemacetan. “Di pinggir-pinggir jalan itu kan enggak rata dan banyak batu kecil, jadi kalau enggak konsen bisa jatuh,” ungkap pebalik dari Ciamis menuju Bandung itu.

Namun secara keseluruhan, dia menilai lalu lintas arus balik kali ini lebih baik dari tahun 2018. Kemacetan pun menurutnya tidak banyak terjadi khusus di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya. “Sekarang paling dari Ciawi saja, Rajapolah juga tadi lancar-lancar saja enggak kaya tahun kemarin,” katanya.

Sementara itu, Yana Supriatna (25) berharap pemerintah mencari solusi supaya kemacetan arus balik tidak terlampau parah. Soal caranya, pebalik dari Jatiwaras menuju Bandung itu menilai pemerintah lebih tahu apa yang harus diperbaiki. “Kalau macet-macet dikit enggak apa-apa, kalau bisa jalur Gentongnya dibikin supaya enggak terlalu nanjak,” selorohnya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.