Jalur Khusus Goweser di Kota Tasik Butuh Perda

73
0
GAYA HIDUP. Bersepeda kini menjadi gaya hidup di Kota Tasikmalaya. Untuk itu, dinas terkait tengah mewacanakan pembuatan jalur khusus sepeda.

TASIK – Wacana pembuatan jalur sepeda harus diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda). Hal itu untuk memperjelas maksud tujuan dan aturan main dari jalur khusus tersebut.

Hal itu diungkapkan, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono yang menilai dibuatnya Perda cukup penting. Karena sejauh ini Kota Tasikmalaya belum memiliki Perda soal jalur khusus sepeda.

“Jadi kalau mau buat jalur khusus sepeda, harus dibuat Perda dulu,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (17/11).

Meskipun secara teknis hanya menandai sebagian jalan saja, namun ini urusannya dengan pelayanan pemerintah di bidang lalu lintas dan jalan. Jangan sampai menjadi persoalan baru hanya karena tidak didasari regulasi.

“Meski sederhana, tapi perlu ada Perda supaya nantinya tidak disalahkan,” tuturnya.

Ada beberapa mekanisme untuk proses pembuatan Perda, dari inisiatif dewan atau diprakarsai pemerintah. Namun, menurutnya jika diprakarsai oleh Dishub akan lebih jelas karena secara teknis lebih memahami.

“Jadi Dishub saja mengajukan untuk pembuatan Perda itu (jalur khusus sepeda, Red),” terangnya.

Dengan adanya Perda, jalur sepeda akan mempunyai regulasi yang jelas. Karena pengendara motor dan mobil bisa saja tetap mengambil ruang jalan tersebut.

“Aturannya harus jelas, apa ini mutlak untuk sepeda atau bagaimana,” jelasnya.

Baca juga : Forum Mantan Kepala Desa se-Kabupaten Tasik Dukung WANI

Terkait anggaran, lanjut Bagas, menurutnya tidak perlu mengandalkan APBD. Pemkot bisa mencari perusahaan yang bisa mengeluarkan corporate soscial responbility (CSR) untuk pembuatannya. “Sepertinya tidak akan memakan biaya yang begitu besar, jadi dari CSR pun memungkinkan,” terangnya.

Salah seorang pegiat bersepeda, Agung Zulfiana menilai Kota Tasikmalaya sudah saatnya memiliki jalur khusus sepeda. Karena saat ini jumlah pesepeda semakin banyak, khususnya sejak pandemi Covid-19. “Jumlah komunitas pun sekarang makin banyak,” katanya.

Jalur khusus tersebut, kata dia, bukan berarti keistimewaan bagi pengguna sepeda. Namun lebih kepada hak perlindungan sebagai pengguna jalan raya. Di samping itu, perlu juga sosialisasi dan edukasi kepada pengguna sepeda.

Supaya bisa tertib selama di jalan raya, yang tentunya berdampingan dengan pengendara motor dan mobil. “Itu bisa menjadi awal untuk mengampanyekan disiplin bersepeda,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.