Jam Aktivitas di Kota Tasik Dibatasi, Pelaku Usaha Merana..

72
0
Loading...

CIHIDEUNG – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya yang bertugas berpatroli dan operasi di lapangan, mulai menerima reaksi kritis dari sejumlah pihak. Terutama para pelaku usaha yang kedapatan melanggar pembatasan jam operasional selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan, belakangan ini ketika tim operasi turun ke lapangan. Pihaknya kerap menerima keluhan terutama saat suatu usaha harus berhenti sesuai PPKM yakni pukul 19.00.

“Sering kita temukan di lapangan pelaku usaha kalau jam 19.00 itu, ada beberapa segmentasi usaha yang justru buka mulai sore-malam hari. Kita kerap menerima keluhan dari mereka,” tuturnya kepada Radar, Senin (25/1).

Menurutnya, meski para petugas berupaya mengedukasi dalam tujuan pembatasan yang digulirkan pemerintah. Terkadang tidak mudah untuk dipahami beberapa segmentasi usaha. Ia mengakui, para pelaku usaha mungkin mulai merasakan kejenuhan selama hampir 1 tahun aktivitas usahanya kerap mendapatkan pembatasan.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, 26 Januari 2021

loading...

“Maka kita terus edukasi dan sosialisasi. Upaya preventif dalam mencegah risiko penyebaran Covid-19 ketika datang ke titik yang terjadi pelanggaran. Sekarang reaksi dan pertanyaan masyarakat lebih kritis lagi,” ucapnya.

Yogi menjelaskan petugas di lapangan selalu diarahkan supaya lebih edukatif, namun tegas dan terukur. Sehingga tujuan Satgas terjun ke masyarakat untuk mengubah dan mendorong kesadaran pentingnya terapkan protokol kesehatan (prokes) dan mengikuti anjuran pemerintah terwujud.

“Ada saja yang kami temukan di lapangan melalui laporan petugas. Mulai kucing-kucingan, saat dicek jam 19.00 tutup, setelah itu ada laporan buka lagi,” keluhnya.

Yogi menjelaskan tim satgas bidang operasi sudah mengonsultasikan dengan Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf, supaya tritmen ke depan dicarikan formulasi yang lebih efektif. Menyikapi masih banyaknya fenomena pelanggaran di lapangan

“Kami sudah mengusulkan format baru, list-nya apa saja. Ada pelanggaran perorangan, ada pelanggaran pelaku usaha,” papar Yogi.

Yogi merinci sejak 10 Agustus 2020, Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Tasikmalaya menemukan sebanyak 5.567 pelanggar yang kedapatan tidak memakai masker saat beraktivitas di ruang terbuka. 5.225 diantaranya menjalani sanksi sosial dan 324 dikenai denda.

“Sementara pelaku usaha dari 334 kasus, yang mendapat sanksi tutup sementara 213 tempat, peringatan tertulis 121 tempat,” rincinya.

“Masih tetap kita temukan pelanggaran sampai hari ini, dengan berbagai alasan. Sebetulnya sudah mulai ada perubahan, di awal kita masih banyak temuan di lapangan sekarang mulai menurun karena pola perilaku masyarakat menunjukan perubahan,” sambungnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.