Jam Berjualan Dibatasi, Pedagang di Ciamis Menjerit

46
0
TIDAK SETUJU. Pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Ciamis mengaku tidak setuju dengan pemberlakuan jam malam, karena waktu jualannya menjadi terpangkas, Senin (25/1).
Loading...

CIAMIS – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Ciamis akan diperpanjang oleh pemerintah pusat.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Ciamis Bayu Yudiawan kepada Radar, Senin (25/1).

“Saat ini Ciamis melaksanakan PPKM sampai 25 Januari 2021. Jadi untuk kebijakannya dari Ciamis menunggu hasil pertimbangan dan musyawarah dari pusat,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Di Ciamis, Semua Unsur Harus Antisipasi Bencana Alam

Kata dia, dengan diberlakukannya PPKM cukup berdampak terhadap penanggulangan Covid-19. Ada beberapa indikator menjadi lebih baik, seperti angka kesembuhan meningkat 80 persen. Kemudian angka keterisian ruang isolasi rumah sakit dari 85 persen turun drastis jadi 50 persen dan indikator lainnya.

loading...

“Artinya berdampak bagus dan penurunan angka Covid-19 sejak PPKM diberlakukan,” katanya.

Menurutnya, dengan PPKM sinergitas kinerja lintas sektoral untuk mengatasi Covid-19 meningkat, terutama dalam penegakkan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan (porkes).
Kosim (40), pedagang di Alun-Alun Ciamis mengaku diberlakukannya PPKM cukup memberatkan.

Pasalnya, pada pedagang yang berada di alun-alun mayoritas mulai beroperasi sore pukul 17.00 dan sekarang harus kembali tutup pada 19.00, padahal biasanya sampai 22.00.

“Saya kecewa juga, karena banyak dagangan yang tidak terjual. Aturan seperti ini hanya menguntungkan bagi pedagang yang berjualan dari pagi sampai sore,” katanya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.