Jam Malam Kota Tasik Sampai Jam 20.00, Pemkot Diminta Tegas

1068
0
Miftah Farid
Loading...

KOTA TASIK – Surat edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terkait pemberlakuan jam operasional tempat usaha sampai jam 20.00 WIB mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Begitupun dengan pemberhentian sementara event yang mengundang kerumunan masa, sangat kita dukung karena tujuannya demi memiminimalisir penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat.

Hal itu seperti diungkapkan M Farid, Koordinator Daerah Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya, Sabtu (19/12) siang.

“Akan tetapi pemberlakuan ini harus universal atau menyeluruh sepertihalnya aktivitas masyarakat,” paparnya kepada radartasikmalaya.com.

“Karena kita masih melihat banyak masyarakat atau para generasi muda yang nongkrong sampai larut malam di pinggiran jalan seperti pusat kota (Jalan Otista dan HZ, Red),” sambungnya.

Loading...

Jadi, terang dia, jangan sampai pemberlakuan jam malam ini hanya untuk tempat-tempat usaha saja, tetapi kerumunan masyarakat masih banyak terjadi.

“Karena yg diminimalisir ini adalah aktivitas manusia, dengan menutup fasilitas atau ruangnya bukan hanya menutup tempat usaha saja,” terangnya.

Sebab, beber dia, ketika berbicara fasilitas atau ruang tentunya bukan hanya tempat-tempat usaha (mall, cafe dan pertokoan) akan tetapi tempat tongkrongan seperti jalan pusat kota, Dadaha dan tempat lainnya.

“Kami berharap Pemkot dalam mengambil kebijakan tidak setengah2, jangan menekan ruang, fasilitasnya saja justru yang harus ditekan adalah interaksi atau aktivitas masyarakatnya,” tambahnya.

Selain itu, jelas dia, Pemkot Tasik pun belum mengoptimalkan potensi struktural dan jaringan atau mitra di bawah untuk bekerjasama memberikan edukasi serta pengertian kepada masyarakat.

Yaitu, kata dia, tokoh agama (MUI, DKM) untuk megedukasikan kepada masyarakat dalam pengajian rutin, Jum’atan dan lain-lain, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan yang lainnya juga harus dilibatkan.

“Karena organisasi-organisasi tersbut mempunyai pengurus sampai ketingkat ranting atau kelurahan. Covid ini adalah masalah bersama tentunya butuh banyak tangan untuk pencegahannya,” jelasnya.

Dia berharap pemerintahahan terbawah (kecamatan dan kelurahan) lebih agresif dan inten untuk turun ke masyarakat dengan menggandeng elemen dari berbagai unsur.

“Cara ini adalah untuk memperkuat surat edaran yg dikeluarkan Plt Wali Kota, jngan sampai surat edaran ini hanya menjadi kebijakan bersifat formalitas supaya kelihatan ada gerakan. Karena kita masih banyak mendapati kalau masyarakat tidak banyak yang tahu akan adanya pemberlakuan pembatasan jam operasional,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.