Jamah Masjid Agung Kota Tasik Salat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

18
0
radartasikmalaya.com
Jamaah Masjid Agung Kota Tasik melaksanakan salat ghaib untuk Syekh Ali Jaber, Jumat (15/01) siang. screenshot for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Salat Jumat di Masjid Agung Kota Tasik, Jumat (15/01) siang, sedikit berbeda. Para jamaah antusias berjamaah melakukan salat ghaib.

Salat ghaib ini dilakukan para jamaah untuk korban bencana pesawat Sriwijaya Air, bencana longsor di Sumedang dan terkhusus kehilangan ulama besar, Syekh Ali Jaber.

“Jadi memang setiap Jumat di Masjid Agung selalu melaksanakan salat ghaib,” ujar Ketua DMI Kota Tasik, Udin Sa’dudin kepada wartawan usai salat jumat.

“Dan tak perlu menunggu instruksi, seperti untuk korban bencana Sriwijaya Air, longsor Sumedang, dan khususnya Syekh Ali Jaber,” sambungnya.

Terang dia, salat ghaib ini merupakan Sunah Rasulullah SAW.
“Tapi khususnya salat ghaib ini juga untuk Syekh Ali Jaber. Beliau ini kan merupakan guru kami dan guru bangsa Indonesia bersama,” terangnya.

loading...

Menurut dia, Syekh Ali Jaber dari fatwa dan pidatonya cukup memberikan kesan bahwa benar-benar orang saleh, tak ikut kiri kanan atau ke depan ke belakang.

“Sekalianpun usianya masih muda, baru 44 tahun dibandingkan dengan saya yang sudah 78 tahun, beliau sungguh membuat kita kehilangan salah satu lampu penerang bangsa dan negara,” bebernya.

Dia menambahkan, pidato Syekh Ali Jaber dalam setiap ceramahnya sungguh menyejukkan, tak anti pemerintah kepada masyarakat agar bersama-sama mengikuti segala perintah, dan lain sebagainya.

“Saya ada kesan yang dikenang dari sosoknya. Secara pribadi saya lihat dari kacamata televisi, pernah saya lihat belieu mencium tangan anak kecil yang tahfidz quran 30 zudz,” tambahnya.

Dan anak tersebut, jelas dia, hafal halaman, baris dan sebagainya setiap ayat Alquran. Beliau langsung mencium kaki anak tersebut.

“Kemarin juga kita lihat ada anak kecil dari Garut yang suka minta-minta tapi suka membaca Alquran, oleh dia disambut, dicium bahkan sampai diangkat sebagai salah satu anak pribadinya,” jelasnya.

Tukas dia, ahlak Syekh ini adalah suatu Ahlak yang sangat baik serta sangat jarang.

“Baru kali ini saya lihat, tapi bukan berarti menjelekkan yang lain. Tapi menurut saya lebih baik Syekh Ali Jaber ini. Karena usia 13 tahun beliau sudah pernah jadi imam di Masjid Nabawi di Madinah,” tukasnya.

Dia berharap mudah-mudahan nanti ada generasi penerus seperti beliau. Walaupun sudah muncul berbarengan dengan beliau, seperti Aa Gym, Ustadz Yusuf Mansyur, dan lainnya.

“Mudah-mudahan dengan kembalinya beliau ke rahmatullah ada gantinya,” harapnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.