Jamanis Terbanyak Terima BSPS

189
0
RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA DIBANGUN. Rumah milik Nana (54) di Desa Bojongsari Kecamatan Gunungtanjung dibangun dengan program BSPS.

TASIK – Kecamatan Jamanis menjadi daerah yang paling banyak menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Kabupaten Tasikmalaya. Tahun ini, kecamatan di wilayah Tasik Utara ini mendapatkan 325 bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni.

“Tahun ini Kecamatan Jamanis paling banyak menerima bantuan BSPS. Kalau desa di Desa Karangsembung Kecamatan Jamanis mencapai 104 penerima bantuan,” ujar Cahyono Rahman, ketua Tim Teknis BSPS Kabupaten Tasikmalaya kepada Radar, Minggu (22/12).

Cahyono mengatakan, bantuan ini diberikan untuk menanggulangi warga kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni. “Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta. Rinciannya Rp 15 juta pembelanjaan material dan Rp 2,5 juta untuk HOK,” ujarnya, menjelaskan.

Dengan BSPS ini, kata dia, diharapkan para penerima dapat meningkatkan kualitas huniannya dan memanfaatkannya sebaik-baiknya. “Bagi yang belum menerima bantuan, mudah-mudahan tahun depan mendatang bisa mendapatkan. Kita usulkan lagi bantuan lebih banyak untuk program BSPS ini, diharapkan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Pada program ini, kata dia, terdapat penyandang tuna netra yang merupakan warga RT/RW 04/03 Kampung Cilingga Desa Bojongsari Kecamatan Gunungtanjung atas nama Nana (54). Bahkan, dia pun rela menjual dua ekor kambingnya untuk menambah biaya rehab program BSPS ini.


Nana mengatakan, dengan segala keterbatasannya, ia mengaku tidak bisa melakukan aktivitas seperti orang lain, termasuk belum mampu untuk memperbaiki rumahnya. “Keseharian saya menganyam kurung ayam dan menggembala domba. Saya memang sudah terbiasa melaksanakan hal tersebut sejak kecil,” ujarnya.

Nana mengaku sudah sejak lama tinggal di rumah panggung dengan dinding bilik yang banyak lubang. Bocor dan angin ketika malam pun sudah menjadi temannya setiap malam. Namun, sekarang Nana merasa senang karena rumahnya mendapat bantuan untuk dibangun menjadi lebih layak. “Setiap turun hujan selalu merasa was-was, takut ambruk. Air hujan yang turun sebagian masuk ke dalam rumahnya,” ujarnya.

Nana mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Selain itu, kepada warga yang membantu dalam pembangunan rumah. “Mudah-mudahan semuanya dibalas Allah SWT,” katanya. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.