Janda Mengedarkan Narkoba

275
0
AMANKAN PENGEDAR NARKOBA. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, kemarin, menggelar ekspose penangkapan EK (49), janda asal Kota Tasikmalaya yang mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja. Tersangka EK mengedarkan narkoba di Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.
Loading...

CIAMIS – Seorang janda asal Kota Tasikmalaya EK (49) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis. Dia diduga mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja.

Anggota BNN menangkap EK di depan minimarket di Kecamatan Sindangkasih Selasa (19/11) pukul 15.57. Dari perempuan yang berusia nyaris setengah abad itu, BNN menyita 0,8 gram sabu-sabu. Narkotika itu dikemas dalam bungkus rokok.

BNN kemudian mengembangkan kasus penangkapan EK. Mereka melakukan pemeriksaan di rumah EK. Hasilnya, BNN mengamankan sabu-sabu 21,28 gram dan ganja kering 1 kilogram.

Kepala BNN Kabupaten Ciamis Engkos Kosidin menjelaskan EK (49) adalah ibu rumah tangga. Dia warga Kota Tasikmalaya.

Tersangka EK, kata Engkos, sudah dipantau BNN dalam waktu lama. Bahkan, beberapa kali saat anggota BNN menyamar menjadi pembeli barang memabukkan itu, gagal. Karena EK beralasan ”barangnya” habis. “Tersangka cukup jeli melihat situasi sebelum melakukan transaksi,” ujar Engkos saat ekspose di kantor BNN Kabupaten Ciamis Jalan Iwa Kusumasoemantri Rabu (20/11).

Namun, akhirnya, EK bisa ditangkap anggota BNN di sekitar minimarket di Sindangkasih Selasa (19/11) sore. Saat ditangkap, dia tak melawan. Saat itu, BNN mengamankan 0,8 gram sabu-sabu.

“Namun hasil pemeriksaan di kantor BNN, pelaku mengaku menyimpan barang haram di rumahnya. Lantas kami ke rumahnya dilakukan penggeledahan, justru mendapati sabu lebih besar 21,28 gram dan ganja kering 1 kg,” kata Engkos.

Loading...

Sabu 21,28 gram itu, kata Engkos, sudah dikemas dalam 26 paket siap edar. Harga jual paket sabu tersebut bervariatif. Ada yang dijual Rp 300.000 per paket, Rp 600.000 hingga Rp 1,2 juta per paket. “Rp 1,2 juta untuk 1 gram,” ujarnya.

BNN juga menyita ganja kering 1 kilogram dari EK. Tiga bulan sebelumnya, dia telah menjual ganja sampai 3 kg.

Dari EK, BNN menyita timbangan digital, mesin pres, plastik pembungkus klip, kartu ATM untuk transaksi hingga mempunyai buku transaksi narkoba.

“Kami juga mengecek pelaku dengan mengetes urine ditakutkan pemakai juga, ternyata dia tidak pemakai, melainkan hanya pengedar saja,” jelasnya.

Menurut informasi yang diterima BNN, kata Engkos, EK mengedarkan narkoba di Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar.

Nama tersangka EK, kata Engkos, cukup populer di kalangan pengguna narkoba. Mungkin karena dia sudah cukup lama, makanya BNN terus akan mengembangkan kasus tersebut.

EK, kata Engkos, memiliki jaringan yang lumayan terstruktur, makanya jajarannya terus memburu distributor narkoba di wilayah Priangan Timur.

BNN juga sudah mengetahui satu orang bagian jaringan EK yang dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). “Untuk pelaku ini kami jerat Pasal 111 junto 112 junto pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.