Jangan Berhenti Sampai di Egy

227
0
Loading...

Berlabuhnya Egy Maulana Vikri di klub liga utama Polandia Lechia Gdansk pantas membuat kita bangga. Di tengah keterpurukan prestasi sepak bola nasional, Egy membuat banyak mata pencinta bola dunia sejenak melirik ke Indonesia.

Memang, Egy belum akan bermain di pentas Eropa musim ini. Pemain yang baru akan berusia 18 tahun pada 7 Juli nanti itu belum bisa dikontrak sebagai pemain profesional. Dia bakal memulai kiprahnya musim depan.

Namun, apa yang dilakukan pemain dengan kekuatan utama kaki kiri itu sangat layak diberi jempol. Tidak banyak pemain Indonesia yang bisa menembus belantika sepak bola Eropa. Iya, Eropa!

Kalau hanya bermain di negeri tetangga seperti Malaysia atau Thailand, tidak sedikit pemain Indonesia yang sudah melakukannya. Tanpa bermaksud meremehkan, level kompetisi di negeri jiran itu tidak lebih baik dari liga di tanah air.

Memang, prestasi timnas Malaysia atau Thailand kadang lebih baik dari skuad Merah Putih. Namun, untuk urusan kompetisi, Liga Indonesia jauh lebih “hidup”. Setidaknya di level Asia Tenggara.

Pilihan Egy untuk tidak berkarir di negeri sendiri ibarat tamparan bagi sepak bola Indonesia. Namun, kita harus menghormati keputusan Egy. Apa pun, atmosfer dan tantangan sepak bola Eropa jauh lebih penting untuk masa depan Egy. Kalau bisa melewatinya, Egy berpotensi menjadi bintang yang bakal jauh lebih bersinar.

Kita pernah memiliki sejumlah pemain yang berkiprah di Eropa. Ada Kurniawan Dwi Yulianto yang bermain untuk klub Swiss FC Luzern pada awal 1990-an. Ada pula Kurnia Sandy yang menjadi kiper keempat klub Italia Sampdoria. Selain itu, Bima Sakti direkrut klub Swedia Helsinborg IF selama satu musim pada 1995–1996. Permain yang kini ber-jersey Persebaya Surabaya, Arthur Irawan, juga pernah dikontrak klub Espanyol B di Liga Spanyol.

Belajar dari para pendahulunya itu, Egy harus menyadari bahwa meniti karir di sepak bola Eropa tidaklah mudah. Butuh kerja keras. Sangat keras. Apalagi, usianya masih sangat belia. Egy bahkan belum genap 18 tahun ketika menandatangani kontrak dengan Lechia Gdansk. Dia harus menyiapkan mental menghadapi kerasnya persaingan antarpemain.

Kita wajib mendukung perjuangan Egy. Terlepas dari bakat yang luar biasa, dia adalah salah satu produk sukses dari sepak bola Indonesia. PSSI sebagai otoritas sepak bola Indonesia tidak boleh tinggal diam. Kita punya banyak talenta hebat di penjuru tanah air. Dengan sentuhan dan manajemen yang baik, bukan tidak mungkin bakal lahir Egy-Egy yang lain. Semoga. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.