Jangan Biarkan Anak Kecanduan Telepon Pintar

75
0
PERPISAHAN SISWA. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menyapa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Banjar saat kegiatan perpisahan Jumat (21/6). (Cecep herdi / radartasikmalaya.com)
Loading...

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih prihatin dampak negatif dari kemajuan zaman. Utamanya pada alat komunikasi. Tak sedikit anak SD sudah pintar menggunakan smartphone.

Padahal, menurut orang nomor satu di Kota Banjar ini, itu tidak baik apalagi kurang pengawasan dari orang tua.

“Kewajiban kita semakin berat. Jangan biarkan anak-anak kita terus-terusan pegang ini (telepon pintar, Red). Sudah ada kejadian, anak kecil terkena kanker darah di mata gara-gara pegang ini terus-menerus tanpa perhatian orang tua. Di Banjar tidak boleh terjadi seperti ini ya,” kata Ade dihadapan ratusan siswa dan orang tua siswa SDN 1 Banjar di GBI Kota Banjar Jumat (21/6).

Kota Banjar, kata dia, harus terus menjadi kota layak anak. Kota nyaman, ramah dan baik untuk anak-anak. Baik di lingkungan, rumah maupun di sekolah dan tempat umum.

Untuk itu, peran orang tua, terutama ibu-ibu sangat penting sebagai pendidik utama di rumah. Jauhka n anak-anak dari jangkauan dan ketergantungan terhadap gedget, kecuali dengan pendampingan.

“Mari didik anak-anak kita dengan baik. Rajinkan tadarus alquran, mendoakan anak-anak kita menjadi anak yang berbakti,” katanya.

Hj Ikah Kartikah, Kepala SDN 1 Kota Banjar mengatakan peran orang tua siswa dalam mendidik anak di rumah menjadi peran penting. Sebab di sekolah, tanggung jawab guru terbatas.

Loading...

“Alhamdulillah selama ini peran orang tua murid dari SDN 1 Banjar sudah baik dan sinkron dengan sekolah. Mungkin yang ada sebagian pada sinergitas penanaman karakter. Orang tua itu kan tidak sama latar belakangnya,” katanya.

Harus Dapat Perhatian Lebih

Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebut ada beberapa indikator sebuah kabupaten/kota dikatakan layak anak. Salah satunya menyediakan sarana prasarana dan fasilitas ramah anak yang memadai.

“Perlindungan terhadap anak juga harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak terluka atau menjadi korban,” ujar tim saat melakukan verifikasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di ruang rapat II Sekretariat Daerah Kota Banjar Jumat (21/6).

Selain itu, lanjut dia, anak-anak harus mendapatkan perhatian lebih, baik dari orang tua maupun pemerintah. Karena bagaimanapun anak merupakan generasi penerus.

“Orang tua dan pemerintah harus bisa membatasi anak-anak dari hal negatif. Karena saat ini cenderung anak cepat mengikuti apa yang dicernanya,” tuturnya.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengaku sedang berupaya menyediakan fasilitas ramah anak. Di tempat terbuka hijau, di perkantoran hingga di sekolah.

“Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap anak-anak. Karena mereka merupakan generasi penerus bangsa ini,” imbuhnya. (cep/nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.