Jangan Bicara yang Memicu Konflik

328
0

CIAMIS – Salah seorang dewan guru di Pondok Pesantren Darus­salam, Ebeg Saepurrohman prihatin dengan ucapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis Aporen Siregar yang menekan security, Moh Elyas Ruhiat membersihkan janggut dengan dibarengi ancaman pemberhentian kerja.

“Seharusnya saling menghargai dan hormat menghormati. Apalagi yang mengucapkan kepala KPP Pratama Ciamis yang berbeda agama dengan satpam tersebut,” ucap Ebeg kepada Radar, Rabu (3/7).

Persoalan tersebut, kata dia, harus menjadi cermin bagi semua pihak. Setiap orang tidak boleh mengucapkan hal-hal kurang baik yang menyinggung agama lain. Memelihara janggut itu merupakan hak setiap orang dan bukan sebuah persoalan.

Namun, Ebeg mengapresiasi ada­nya islah antara Elyas dan Aporen setelah persoalan tersebut menjadi perhatian umat Islam. ”Alangkah baiknya (Aporen Siregar, Red) memberikan pernyataan dan me­minta maaf kepada para umat islam. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran serta diam­bil hikmahnya. Semua juga ha­rus kembali memaafkan dan kon­dusif lagi di Ciamis,” tutur dia.

Sementara itu, saat Radar men­datangi Kantor KPP Pratama Ciamis untuk mengonfirmasi hal ter­sebut, Aporen Siregar tidak ada di tempat kerjanya. Lalu, Radar menghubungi

Kepala Seksi Pemeriksaan Slamet Sugiharto. Slamet memberitahukan bahwa atasannya itu sedang berada di Bandung. Adapun mengenai tuntutan masyarakat agar Aporen meminta maaf ke umat Islam, Slamet belum bisa menjelaskan. “Namun nanti ada press release dari kantor pusatnya. Nanti dikabari kalau ada,” ujar dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.