Jangan Diskriminasi Disabilitas

23

CIAMIS – Bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas pada Senin (3/12), Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Ciamis meminta pemerintah mengayomi dan melindungi kaum difabel sebagaimana warga umumnya.

“Kami sebagai kaum disabilitas tentunya mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Tentunya, dengan mengoptimalkan kemampuan yang ada agar kami menjadi warga negara dan masyarakat yang produktif , ” terang Ketua Pertuni Kabupaten Ciamis Siti Nur Aisyah kepada Radar.

Pemerintah tidak boleh memandang sebelah mata para penyandang cacat. Mereka membutuhkan aksesibilitas yang mudah di berbagai aspek.

Misalnya penyediaan fasilitas publik, alat transportasi dan komunikasi yang ramah difabel. “Aksesibilitas itu yang kami harapkan,” jelasnya.

Menurut Siti, kaum difabel mempunyai kedudukan hukum dan hak asasi yang sama dengan warga normal.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Implementasi regulasi ini sulit terwujud bila tidak ada kepedulian dan dukungan dari pemangku kebijakan.

“ Jadi undang-undang tentang disabilitas sudah ada. Tinggal realisasinya saja,” kata Siti.

Pemerintah pusat, te­rang dia, memang sudah mem­berikan perhatian kepada kaum difabel. Namun belum menjadi prioritas.

Sedangkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Ciamis be­lum memberikan kemu­dahan bagi kaum difabel. Baik mengenai pendidikan inklusi, maupun penerimaan tenaga kerja.

“Hal ini disebabkan kurangnya advokasi dan sosialisasi tentang undang-undang tentang disabilitas,” paparnya.

Dari catatan Pertuni, Jumlah disabilitas di Kabupaten Ciamis mencapai sekitar 200 orang. Angka tersebut masih bisa bertambah.

“Kami berharap agar pemerintah betul-betul mengimplementasikan undang-undang disabilitas terutama di Kabupaten Ciamis,” harapnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.