Karcis Jadi Pintu Awal Penertiban

Jangan Grasa-Grusu

108
0
Dokumentasi Radar TUNJUKKAN. Warga menunjukan karcis parkir umum di Jalan Doktor Sukarjo beberapa waktu lalu. Saat ini tarif parkir tengah dikaji Pemkot Tasikmalaya.

CIHIDEUNG – Kalangan pemerhati mengamini Pemkot yang berencana mengadakan karcis parkir. Sebab, hal tersebut merupakan bukti transaksi dan tanda masyarakat turut serta berpartisipasi dalam sektor pendapatan daerah.

Penasihat Egaliter Tasikmalaya Eki S Baehaqi MH mengatakan ketika Pemkot menerbitkan regulasi perubahan, disertai Peraturan Wali Kota tentang Perubahan Tarif Retribusi Parkir harus dibarengi adanya karcis baru.

“Persoalan saat ini Perwalkot Nomor 51 Tahun 2019 tersebut sudah dievaluasi, otomatis kembali ke tarif lama sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, jadi nanti harus ada karcis kalau tarif baru yang resmi sudah muncul lagi,” katanya kepada Radar, Senin (13/1).

Baca juga : Petugas Parkir Ingin Ada Sosialisasi Masif

Menurutnya, Pemkot mengakui saat ini praktik di lapangan sudah sulit menemukan pengendara membayar parkir sesuai tarif lama yakni Rp 500 untuk kendaraan roda dua. Hal tersebut sudah menjadi hukum yang hidup di masyarakat, asalkan teratur, tertib dan kondusif. “Itu disebut living law, yang penting teratur, tertib dan kondusif. Maka, ketika Pemkot hendak memberlakukan perubahan tarif, harus sertakan karcis supaya masyarakat yakin bahwa itu legal,” tutur Eki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.