Jangan Main-Main dalam PPDB!

236
0
TUNGGU DAFTAR. Para pelajar mendaftarkan diri di SMAN 1 Tasikmalaya, Selasa (18/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TAWANG – Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Diding Gustardy memperingatkan kepada siapa saja untuk tidak mengintervensi sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Semua mekanisme PPDB sudah diatur sesuai regulasi dan sistem yang berlaku.

“Kami sangat menekankan PPDB ini jangan sampai ada permainan di luar regulasi,” ucapnya saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, Selasa (18/6).

Menurutnya, sistem pendaftaran dilaksanakan berbasis aplikasi komputer. Dengan begitu, semua prosedur akan dilaksanakan sesuai mekanisme pada sistem. “Nanti aplikasi akan menentukan ketika siswa yang mendaftar jalur zonasi ketentuannya seperti apa, mana yang lebih layak. Kuota dan jumlah peserta sudah diketahui di database, maka akan terbuka nanti hasilnya seperti apa. Kami akan terus memantau,” tuturnya.

Diding menyebut pelaksanaan PPDB yang sudah berlangsung dua hari terbilang lancar. Pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi dan pembinaan terhadap pihak sekolah berkaitan hal tersebut. “Supaya siswa didik SMP sederajat yang hendak mendaftar bisa terlayani sebaik mungkin,” ujar Diding.

Hasil pemantauan di SMAN 1 Tasikmalaya, kata dia, orang tua siswa berlomba datang ke sekolah lebih pagi. Untungnya persiapan sekolah sangat matang, sehingga mereka pun tertangani. “Kita lihat di sini sudah lengkap seperti humas, tim pengaduan, tim verifikasi. Kemudian kita cek pelaksanaan titik koordinat jarak rumah ke sekolah dalam jalur zonasi dilaksanakan sesuai aturan,” kata dia.

Dengan metode tersebut, menurut dia, bisa meminimalkan upaya permainan di luar regulasi. Adapun yang coba-coba bermain, bakal diganjar sesuai aturan berlaku. “Untuk PNS, tentu sanksi merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017 tentang Disiplin Pegawai. Untuk non-PNS yang ditugaskan menjadi kepanitiaan juga akan disanksi,” katanya.

Sementara itu, yang cukup menjadi perhatian Diding adalah pelaksanaan PPDB di SMAN 2 Tasikmalaya. Pada hari pertama pembukaan PPDB, di sekolah tersebut terjadi antrean yang panjang bahkan hingga hari kedua. “Kami sudah koordinasi dengan pihak sekolah supaya menangani kelemahan pelayanan. Dan tadi (kemarin) kita lihat sudah ada perbaikan,” tutur dia.

Salah seorang pendaftar lulusan SMP N 3 Kota Tasikmalaya, Fitria Hidayat optimis bisa melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Tasikmalaya. Dari sisi zonasi, jarak rumah dan sekolah hanya sekitar 1,4 kilometer.

“Dari sisi akademik juga saya rasa optimis. Semoga saja, sebab kini tak ada lagi istilah favorit setelah sistem zonasi berlaku,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, beberapa rekan sekolahnya yang mendaftar ke sekolah lain sempat mengalami antrean signifikan. “Ya memang teman lain ada yang cukup mengeluh. Beberapa SMA mungkin belum terbiasa dengan metode pendaftaran semacam ini,” katanya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.