Jangan Mati Konyol karena Narkoba

65
0
SIMAK. Para pelajar tingkat SMA se-Kota Tasikmalaya menyimak materi soal bahaya penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan obat-obat berbahaya serta minuman beralkohol dari Polres Tasikmalaya Kota di Graha Asia, Senin (23/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIHIDEUNG – Narkoba, psikotropika dan obat-obat berbahaya serta minuman beralkohol mengancam semua kalangan masyarakat, termasuk pelajar. Penyalahgunaan barang-barang tersebut berpotensi merusak tubuh bahkan menghilangkan nyawa.

Polres Tasikmalaya Kota pun mengumpulkan ratusan pelajar SMA/SMK/MA se-Kota Tasikmalaya di Graha Asia, Senin (23/7). Mereka diberi pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan obat-obat berbahaya serta minuman beralkohol.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru SIK menjelaskan, sebagai generasi muda, pelajar perlu memahami bahaya penyalahgunaan barang-barang tersebut supaya masa depan mereka bisa selamat dari candu bahkan maut. “Karena narkoba ini sasarannya semua kalangan, contohnya artis yang baru-baru ini ditangkap karena menyalahgunakan sabu,” ujarnya.

Sejauh ini, Hamzah belum menemukan kasus narkoba di kalangan pelajar. Ada juga pelajar yang terlibat penyalahgunaan dan peredaran di obat-obat berbahaya serta minuman beralkohol. “Mungkin karena lebih mudah didapat dan harganya murah,” tuturnya.

Dalam enam tahun terakhir tercatat 14 orang meninggal akibat overdosis minuman keras (miras) oplosan. Beberapa di antaranya merupakan pelajar yang masih di bawah umur. “Ini fakta yang kita temukan di lapangan, bukan mengada-ada,” ucapnya.

Hamzah menekankan para pelajar supaya tidak mencoba-coba mengonsumsi miras oplosan demi kesehatan, keselamatan dan masa depan mereka sebagai generasi penerus. “Kecuali kalau pengen cepet-cepet,” selorohnya.

Salah seorang siswi SMA 2 Tasikmalaya Alma Ahya (16) mengaku, dalam kegiatan tersebut lebih tahu bahaya narkoba. Dia pun bisa lebih waspada dan bisa menghindarinya. “Alhamdulillah, teman-teman dekat saya juga sepertinya tidak ada yang pakai gituan,” katanya.

Loading...

Sementara, Aryn Tarimar (17), siswi SMA 5 Tasikmalaya mengaku se­dikit banyak sudah tahu bahaya nar­koba. Namun, dari penjelasan yang didapat, dia lebih tahu dampak ne­gatif penyalahgunaannya. “Karena bisa mengganggu masa depan kita dan negara kita juga,” imbuhnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.