Jangan Pasung Penderita Gangguan Jiwa!

99
BEKERJA. Bagian pengelolaan program PTM Dinkes Kota Tasikmalaya Indra Lubis Malik S KM (kiri) dan dokter fungsional Dr Budi Nugraha MM Kes di ruang kerjanya, Rabu (28/3). (Foto : Pitri Siti Halimah / Radar Tasikmalaya )

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Penderita gangguan jiwa ini tidak boleh dipasung.

Bagian pengelolaan program Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Kota Tasikmalaya Indra Lubis Malik SKM memaparkan para penderita gangguan jiwa di Tasikmalaya masih banyak yang diperlakukan kurang baik.

Seperti dipasung atau dikurung. Bahkan tak jarang ODGJ diasingkan oleh keluarganya. “Dengan alasan meresahkan atau membahayakan orang lain,” terang dia kepada Radar di tempat kerjanya, Rabu (28/3).

Dari data yang dihimpun Dinkes, kata dia, pemasungan ODGJ yang ditemukan di Kota Tasik terdiri dari beberapa kategori.

Yakni sekap ruangan, rantai dan pasung kandang. Sementara, saat ini Dinkes sedang menangani 21 ODGJ.

Sebanyak 11 di antaranya sudah dirujuk ke fasilitas kesehatan. Seperti puskesmas, rumah sakit umum, dan rumah saki jiwa (RSJ). Pihaknya menargetkan Tasikmalaya bebas pasung ODGJ pada 2018.

Di tempat yang sama, dokter fungsional Dinkes Kota Tasikmalaya dr Budi Nugraha MMKes memaparkan penanganan ODGJ berbeda dengan penyakit biasa.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan. Tiga di antaranya yakni pendekatan eklektik-holistik, paripurna dan komprehensif.

Dia menerangkan pendekatan eklektik-holistik itu memandang manusia seutuhnya, baik fisik, jiwa, hubungan biososial maupun lainnya saling berinteraksi. “Kedua cara paripurna, kita perlu penanganan farmatologi, dimulai pelayanan kesehatan tingkat dasar yaitu melalui puskesmas. Cara ketiga komprehensif penanganan berjenjang,” tuturnya.

Menurut dia, dalam menangani ODGJ diperlukan keterlibatan lintas sektoral. Tidak hanya satu sektoral. Penanganan paling penting ada di lingkungan. Maka dari itu, pihak kelurahan, kecaman dan kepolisian perlu membantu ODGJ terbebas dari pemasungan. “Kita tidak menyalahkan pihak keluarga. Tapi lebih ke mengedukasi mereka bahwa pasung itu tidak diperbolehkan,” tandasnya. (mg2)

loading...