Jangan Pesimis, Allah Itu Maha Pengampun!

236
0
PESANTREN RAMADAN. Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tasikmalaya menyimak ceramah pada kegiatan Pesantren Ramadan, Senin (21/5) pagi. a
Loading...

OTISTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tasikmalaya menggelar Pesantren Ramadan 1439 H untuk warga binaan di Jalan Otto Iskandar Dinata, Senin (21/5) pagi. Dalam momen ini, para narapidana dan tahanan diajak untuk memperbaiki diri serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Klas II B Tasikmalaya Yudo Adi Yuwono Amd IP SH MSi menuturkan Pesantren Ramadan merupakan kegiatan rutin. Temanya untuk kali ini adalah “Ramadan  Bulan Muhasabah Diri Menuju Islahunnafsi”. Dalam momen ini para warga lapas mendengarkan ceramah dari ustaz dan ustazah. “Setiap hari warga lapas diawali dengan kegiatan Salat Duha, berzikir, kemudian siraman rohani hingga jam 11.00 siang. Dan ini full selama bulan Ramadan,” tutur Yudo di tempat kerjanya, Senin (21/5).

Lapas, terang dia, juga menyelenggarakan Salat Tarawih. Diikuti 402 warga lapas yang terdiri dari 261 narapidana laki-laki, 8 narapidana perempuan, 122 tahanan laki-laki dan 11 tahanan perempuan. Setelah tarawih, mereka mengaji Alquran bersama.

Kegiatan keagamaan itu, terang dia, untuk meningkatkan ketakwaan warga binaan. Meskipun tidak hanya dilaksanakan di bulan Ramadan saja. “Di hari biasa juga sudah berjalan seminggu tiga kali. Cuma di bulan Ramadan, kita optimalkan. Ya mengisi kegiatan daripada bengong dalam kamar nanti punya pikiran macam-macam,” jelasnya.

Salah seorang pemateri, Dra Hj N Aah Mag menerangkan penguatan keimanan perlu diberikan agar para warga binaan selalu optimis. Maka, momen Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri. Terpenting ialah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. “Harus husnuzan yakin Allah maha pengampun. Mungkin mereka pesimis merasa orang yang paling hina, kotor, berdosa. Namun, tugas kita meyakinkan mereka, tidak boleh men-jugde yang negatif. Harus positif,” terang penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Tasikmalaya.

Anggota Forum Mubalig Lapas Klas II B Tasikmalaya Muhammad Yanyan Al Bayani SkomI SPd menekankan bahwa lapas ini sebagai tempat memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan ke arah yang lebih baik. Tujuan pemerintah memasukkan warganya yang melanggar hukum ke dalam lapas agar bisa melalukan reintegrasi dengan masyarakat. “Jadi kalau mereka tadinya baik kemudian melakukan kesalahan, nah mereka ini harus kembali menjadi baik lagi di lingkungan masyarakatnya nanti. Meski sering putus asa, kita terus mengingatkan sebesar apapun dosa yang dilakukan justru lebih besar ampunan Allah SWT. Ajak mereka ini buka lembaran baru,” tutur dia. (mg2)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.