Ponpes Al Hasan Peringati Milad Ke-33 dan Reuni Ke-17

Jangan Ragu Masukkan Anak ke Pesantren

23

CIAMIS – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasan Ciamis memperingati milad ke-33 dan reuni alumni ke-17 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad 1440 H pada Minggu (2/12) malam.

Pada peringatan tersebut hadir pula Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 Bayasari Kecamatan Jatinagara KH Nonop Hanafi, Pimpinan Ponpes Nurul Huda Garut KH Tatang Mustofa Kamal dan Pimpinan Ponpes Miftahul Khoer Tasikmalaya KH Miftah Farid.

Pengasuh Ponpes Al Hasan Ciamis KH M Syarif Hidayat menyebutkan belakangan muncul tudingan-tudingan bahwa ponpes sebagai sarang teroris. Tuduhan tersebut jelas tidak benar. Pasalnya, di ponpes tidak ada pelatihan senjata. Maka dari itu, para orang tua tidak perlu takut memasukkan anaknya ke ponpes. Terlebih di Ponpes Al Hasan ada SMP Terpadu yang berprestasi di Ciamis. “Jadi pesantren itu lembaga pendidikan agama bahkan, sekarang sudah banyak sekolah-sekolahnya,” jelasnya kepada Radar, Selasa (4/12).

Ponpes Al Hasan, kata dia, juga berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Bahkan tidak sedikit para alumni yang terjun menjadi calon anggota legislatif (caleg). Dia pun mengapresiasi para alumni yang hadir pada reuni tersebut hingga mencapai ribuan. “Dengan banyaknya alumni Al Hasan yang hadir, memperlihatkan eratnya tali persaudaraan dan silaturahmi antarsesama umat muslim,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 Bayasari Kecamatan Jatinagara KH Nonop Hanafi bersyukur Ponpes Al Hasan berkembang pesat. Apalagi ada alumni-alumni yang mau menjadi caleg. Ini membuktikan bahwa ponpes itu tidak hanya mengajarkan soal kitab kuning dan moral. Tetapi juga soal pengelolaan negara. “Semoga alumni-alumni Al Hasan bisa menjadi pemangku kebijakan di berbagai sektor ke depannya dan memperjuangkan aspirasi umat,” paparnya.

Menurut dia, kaderisasi di ponpes zaman sekarang tidak boleh dianggap remeh. Jangan pula begitu cepat menuding ulama yang berbicara keras sebagai orang radikal. “Islam akarnya adalah Alquran dan hadis, masa harus dibilang radikal,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.