Jangan Rusak Ekosistem Sungai

1
TASIKMALAYA PERINGATAN. Plang peringatan dipasang Disnakan di bibir Sungai Cijolang Kecamatan Tambaksari, Senin (24/9). (Iman S Rahman/radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis mengingatkan masyarakat untuk tidak merusak ekosistem yang ada di sungai-sungai, baik dengan membuang sampah, limbah kimia berbahaya maupun tindakan negatif lainnya.

“Kami terus mengingatkan masyarakat, baik menggunakan plang dekat sungai atau dengan penyuluhan imbauan kepada masyarakat,” terang Sekretaris Disnakan Kabupaten Ciamis H Otong Bustomi kepada Radar, Senin (24/9).

Contoh plang yang dipasang Disnakan di sekitar sungai itu yakni larangan menangkap ikan dengan menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang dimaksud seperti portas, pestisida, tuba dan sejenisnya.

Alat-alat yang dapat membahayakan ekosistem sungai juga dilarang digunakan. Seperti setrum, bahan peledak, dan mata jaring di bawah 2,5 cm.

Perbuatan-perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan pada pasal 84 ayat (1). Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara dengan denda Rp 1,2 miliar.

“Saya sarankan tangkap ikan itu dengan cara yang baik dan benar agar ikan tetap ada dan kelestariannya terjaga,” kata Otong.

Menurut dia, tidak sedikit ada orang yang menangkap ikan dengan bahan kimia. Ini akan memusnahkan ekosistem sungai. Masyarakat juga masih ada yang terbiasa membuang sampah ke sungai.

“Saya imbau juga masyarakat harus menjaga sumber daya perairan,” ungkapnya.

Kunci utama untuk melestarikan ekosistem sungai adalah menjaga kualitas air.

Air harus benar-benar bersih. Jangan sampai tercemar. Bila kualitas air buruk maka ekosistem di sungai akan cepat mati.

“Saya harap masyarakat menjaga sungai agar tetap bersih dan tidak sembarangan buang sampah ke sungai,” papar dia. (isr)

loading...