Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Jangan Sampai Memalukan

49
0
AKAN DIREHAB. GOR Susi Susanti dalam waktu dekat akan dibenahi dengan anggaran Rp 12,8 miliar. Bangunan ini akan digunakan tempat pertandingan di Pekan Olahraga Provinsi Jabar 2020. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam meminta pengerjaan pembangunan Kompleks Olahraga Dadaha digarap serius. Karena, sarana di kompleks olahraga terbesar di Kota Tasikmalaya ini akan dipakai Porprov 2022 dan masyarakat berolahraga.

“Nah, kami dengar ini digarapnya oleh leading sector dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar, Red). Idealnya dinas teknis terkait fisik yang menggarap,” ujarnya saat menghubungi Radar, Rabu (22/1).

Dia mengakui dari sisi teknis keolahragaan, Disporabudpar berkompeten dalam memprakarsai kegiatan penyelenggaraan, pembinaan dan lain sebagainya. Namun dalam teknis pembangunan sarana atau gedung olahraga, tentunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya lebih memahami dan sudah biasa. “Harusnya pekerjaan itu di DPUPR, Disporabudpar dilibatkan dalam konsultasi terkait kebutuhan standar untuk olahraga di tingkat nasional bagaimana, alat kelengkapan sarana prasarana yang disediakan apa saja,” kata Dede.

Baca juga : Meninggal, Herman Digantikan Dadan di Komisi IV DPRD Kota Tasik

Ia khawatir ketika digarap dinas, meskipun pada pelaksanaannya dikerjakan pihak ketiga, terjadi kendala atau persoalan yang tidak diinginkan. Seperti diketahui, belakangan Pemkot mengalami kendala ketika membangun gedung pemerintah, mulai dari tidak dilengkapinya persyaratan perizinan dan hal lain sebagainya. “Bukan menyanksikan kemampuan Disporabudpar. Ini kan bukan buat coba-coba, untuk sarana nanti Porprov yang mana 27 kota/kabupaten akan bertanding di sini,” keluhnya.

“Sebab proyek ini jadi sorotan dengan harapan kita jadi tuan rumah yang baik dalam helatan olahraga tingkat provinsi. Jangan saja nantinya ada kesan kurang bagus kami tidak mau kebawa malu,“ sambung politisi PKS itu.

Terpisah, Sekretaris DPUPR Kota Tasikmalaya Budi Martanova menjelaskan lantaran proyek fisik di Dadaha merupakan fasilitas olahraga, otomatis leading sector terkait yang lebih memahami konstruksi. Dinasnya, dalam hal ini hanya sebatas konstruksi saja. “Kami tetap terlibat, DPUPR nantinya sebagai tim pengelola teknisnya,” kata Budi.

DPUPR, lanjut dia, nantinya memandu atau memfasilitasi penjelasan teknis antara konsultan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pengguna Anggaran (PA) di dinas yang melaksanakan kegiatan pembangunan.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.