Ade Instruksikan Semua Pihak Turun Tangan

Bocah Korban Banjir Masih Dicari, Ade Minta Jangan Sampai Warga Kelaparan

37

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, dalam penanggulangan bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal dan Culamega.

Plt Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menegaskan masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari terhitung sejak kejadian bencana pada (Selasa 6/11).

“Kita bertanggungjawab dalam penanggulangan bencana ini, maka perlu ada masa tanggap darurat. Agar semua berkonsentrasi memulihkan kembali wilayah yang terkena dampak banjir dan longsor,” ujar Ade saat mengunjungi lokasi bencana Rabu (7/11).

Untuk itu, Ade menginstruksikan seluruh instansi terkait turut terlibat dan membantu masyarakat dengan mengeluarkan sumber daya yang dimiliki. Supaya penanggulangan bencana ini secepatnya kembali normal.

”Saya minta penanganan bencana ini berjalan cepat, tepat dan terpadu,” ungkapnya.

Ditambahnya masa tanggap darurat dari tiga hari menjadi 14 hari, kata Ade, karena masih banyaknya fasilitas umum yang rusak. Sehingga membuat masyarakat kesulitan mencari akses jalan.

”Maka saya perpanjang tanggap darurat ini, jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan, cemas dan takut akibat bencana ini,” paparnya.

Ade pun bertekad menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, baik dalam bentuk fisik maupun anggaran.

“Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi korban bencana. Maka kehadiran pemerintah harus berdampak positif. Yang tadinya cemas, takut dan lapar serta menderita, semua harus terlayani menjadi baik,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Sehingga dalam penanganan bencana ini, Ade meminta seluruh tim harus melakukan loncatan penanganan.

”Jadi bukan hanya urusan korban yang meninggal dunia, tetapi juga seluruh masyarakat terkena dampak bencana harus jadi prioritas,” ungkapnya.

Koordinator Basarnas Tasikmalaya Erwin Syarifudin mengatakan sejauh ini evakuasi korban yang terdata ada enam orang hanyut. Lima diantaranya meninggal dunia, sedangkan satu orang atas nama Fajar Fian (10) masih dalam pencarian.

“Titik pencarian kita lakukan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong,” ujarnya.

Pihaknya sementara ini terkendala hujan lebat, sehingga pencarian dihentikan terlebih dahulu. ”Akan kita lanjutkan ketika situasi cuaca sudah membaik, karena apabila dipaksakan sangat berisiko,” paparnya.

Dari hasil pencarian sementara, dari Sungai Cimedang hingga Muara Cikalong belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. “Tanda-tanda itu belum kami temukan saat pencarian,” ujarnya.

Sejauh ini, kata diam, pihaknya belum menerima tambahan adanya laporan mengenai warga hilang atau hanyut setelah enam orang yang dinyatakan hilang. “Kami belum menerima laporan orang hilang lagi,” jelasnya. (ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.