Jangan Takut Modal Asing Masuk Unicorn Indonesia

43
0

JAKARTA – Ekonomi digital menjadi primadona baru pada masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri yang masuk bisa diharapkan bisa mendorong industri unicorn di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengklaim ekonomi digital saat ini menyumbang jumlah yang siginifikan bagi produksi domestik bruto (GDP) Indonesia.

Rudiantara menargetkan satu unicorn lagi muncul pada tahun 2019. Saat ini sudah ada empat perusahaan start up yang telah naik kelas menjadi unicorn, yaitu start up yang memiliki valuasi di atas USD 1 miliar. “Kita memprediksi proyeksi unicorn di Indonesia tembus USD 130 miliar. Itu ekonomi kita berasal dari ekonomi digital. Artinya apa, lebih dari 11 persen mungkin 12 persen dari GDP kita dihasilkan dari sini (unicorn, Red),” terangnya Jumat (1/3).

Bagi Rudiantara, ini menjadi satu lompatan sangat besar. Dijelaskanya, angka USD 130 miliar merupakan angka yang fantastis dibandingkan sejumlah unicorn di negara ASEAN. “Ini sudah besar dibandingkan dengan negara lain, sumbangan unicorn di Indonesia bisa mencakup GDP satu negara,” jelasnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas (BKPM) Lembong mengimbau masyarakat tidak usah khawatir adanya dominasi asing dalam perusahaan unicorn di Indonesia. Dijelaskanya, keikutsertaan modal domestik juga cukup besar. Sehingga mampu bersaing dengan suntikan modal asing.

Dalam tiga tahun terakhir BKPM berupaya mengumpulkan data dan masih berlanjut karena trennya dinamis sekali dan luas sekali. “Pada dasarnya yang namanya FDI itu kisaran US$9-12 miliar dolar per tahun. Perkiraan kami porsi yang masuk 15-20% dari angka itu jadi sekitar US$2-2,5 miliar per tahun yang masuk unicorn,” jelas Thomas Lembong.

Pada dasarnya investor yang menanamkan modal di start up sudah paham dan berkomitmen tidak membawa keluar modalnya. ”Jadi para investor ini tahu mengapa investasi start up di Indonesia keuntungannya besar. Jadi mereka siap kok. Jadi beda sekali uang yang ditanam untuk bisa ditarik kembali,” jelasnya. (fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.