Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19%

7.1%

71.1%

Jangan Terus Menunggu Bantuan

223
0
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST

TASIK – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST menilai masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya disebabkan sempitnya lapangan kerja dan pola pikir masyarakat miskin yang lebih senang menunggu bantuan.
“Hal itu karena selama ini masyarakat yang terdata sebagai masyarakat miskin, karena ada pendataan, selalu menunggu bantuan kemiskinan. Jangan sampai ada pikiran menunggu bantuan dari pemerintah,” ungkapnya kepada Radar, Sabtu (3/2).
Untuk menangani masalah itu, lanjutnya, pemerintah daerah harus segera menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghilangkan pola pikir menunggu bantuan. Sebab, bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin hanya suplemen. “Saat ini, bantuan pemerintah itu menjadi sumber pokok masyarakat. Sehingga, harus ada sistem yang diperbaiki,” paparnya.
Salah satu cara menciptakan lapangan pekerjaan baru itu, kata dia, adalah dengan meminta pemerintah desa mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga, ada lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. “BUMDes ini harus menjadi salah satu faktor untuk mensejahterakan masyarakat desa. Bukan kepala desa,” tandas Ami.
Menurut dia, BUMDes harus memberikan permodalan kepada kelompok usaha kecil agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Hal itu juga akan membantu pemerintah desa meningkatkan pendapatan asli desa.
“Hari ini seolah-oleh BUMDes ini hanya dibikin usaha, namun hanya memberi manfaatnya (kepada) desa tersebut. Tidak ada pemikiran bagaimana caranya membantu perekonomian masyarakatan lewat BUMDes itu,” paparnya.
Karena masyarakat desa di Kabupaten Tasikmalaya mayoritas petani, lanjutnya, BUMDes sebaiknya digunakan untuk penyediaan pupuk yang bisa dibeli oleh masyarakat dengan harga terjangkau. Pembayarannya bisa dilakukan setelah mereka panen. “Harganya harus lebih murah dari harga di pasar yang biasa dibeli oleh masyarakat,” sarannya.
Dengan begitu, Ami yakin masyarakat miskin tidak akan lagi tergantung pada bantuan pemerintah daerah dan kesejahteraannya akan meningkat. “Intinya, pemerintah melalui pemerintahan desa harus bentul-betul ada terobosan dalam mensejahterakan masyarakat desa. Utamanya yang tercatat sebagai masyarakat miskin,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial mencatat jumlah warga miskin di Kabupaten Tasikmalaya sampai bulan Januari 2018 mencapai 211.906 kepala keluarga. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.