Tak Boleh Timbulkan Kegaduhan di DPRD

Jangan Transaksional !

24

SINGAPARNA – Pengamat politik, sosial pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan penentuan wakil bupati (wabup) dengan voting jangan sampai terjadi transaksional. Walaupun secara mekanisme sangat rasional dengan memberikan hak suara kepada anggota dewan.

“Ya jadi sekarang keputusannya ada di tangan anggota dewan yang memilih kandidat dari PKS dan PAN secara voting. Proses ini akan jauh lebih cepat dalam penentuannya,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (23/12).

Kata Asep, pemilihan secara voting ini harus berjalan dengan baik dan normatif. Tanpa ada kepentingan-kepentingan lain di dalamnya. Yang paling penting jangan sampai mekanisme ini diisi dengan transaksional. “Harus transparan, jangan sampai di kemudian hari menimbulkan masalah akibat pemilihan wabup yang tidak sehat. Dengan voting ini yang kita khawatirkan adalah terjadinya transaksional,” ungkapnya.

Asep meminta semua anggota dewan yang akan memilih bisa menentukan kandidatnya sesuai dengan keinginan hati. Termasuk menentukan kadernya harus benar-benar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

“Yang paling penting calon wabup ini mempunyai kriteria terbaik serta siap untuk berjuang dalam memajukan Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Periode 2008-2013 dan 2013-2018 H Deden Nurul Hidayat mengatakan sebelum menilai mekanisme voting yang akan dilakukan DPRD, harus dikembalikan kepada partai pengusung. Karena mereka akan mengusulkan dua nama untuk dipilih 50 anggota dewan.

“Dalam proses voting ini harus transparan. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan di DPRD. Karena poin utamanya adalah menentukan wabup terbaik untuk masyarakat,” tandasnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.