Janji Pulangkan Habib Rizieq, Projo Bukan Relawan Kardus

33

JAKARTA – Dukungan politik para ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) resmi diberikan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Syarat pemberian dukungan itu ditandai dengan penandatanganan pakta integritas Ijtima Ulama GNPF dengan Prabowo di Jakarta Minggu (16/9).

Sebanyak 17 poin disepakati dalam pakta integritas. Salah satunya adalah janji Prabowo-Sandi untuk merehabilitasi dan memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab jika terpilih nanti.

Penandatanganan pakta integritas itu dilakukan Prabowo dalam forum Ijtima Ulama GNPF II di Jakarta kemarin. Prabowo hadir didampingi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal. Sandi tidak hadir karena sedang melakukan safari politik di Kota Medan, Sumatera Utara.

”Apa yang menjadi perma­sala­han, isu, telah terjawab dengan selesainya Ijtima (Ulama GNPF, Red) II dan penandatanganan pakta oleh Prabowo-Sandi,” kata Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak didampingi Prabowo.

Dalam forum itu, Habib Rizieq Shihab juga menyampaikan pernyataan melalui sambungan telepon. Habib Rizieq menyampaikan seruan agar para habib dan ulama istiqamah mendukung pencalonan Prabowo-Sandi. ”Ayo, kita bersatu dan bekerja keras untuk memenangkan capres dan cawapres yang sudah kita sepakati saat ini,” seru Habib Rizieq.

Dalam pakta integritas itu terdapat satu poin yang menjadi sorotan. Dalam poin 16 pakta integritas, Prabowo-Sandi berjanji menggunakan hak konstitusional sebagai presiden untuk merehabilitasi, menjamin kepulangan, dan memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab. Prabowo-Sandi juga diminta memberikan jaminan keadilan kepada aktivis gerakan 411, 212, dan 313 yang dinilai pernah mendapatkan kriminalisasi.

”Setelah ditandatangani, kami akan sama-sama menyusun tim kerja yang akan men-support pasangan calon. Agar pusat dan daerah bisa bekerja bersama-sama secara ikhlas dan tanpa pamrih,” lanjut Yusuf.

Prabowo dalam pernyataannya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada GNPF atas dukungan tersebut. Menurut dia, dukungan yang ikhlas diberikan itu memunculkan rasa haru pada dirinya. ”Saya berjanji akan berbuat yang terbaik. Seluruh jiwa raga akan saya serahkan kepada bangsa,” tegasnya.

Hindari Kampanye SARA

Terpisah, Presiden Joko Widodo kembali menyapa para relawannya yang tergabung dalam Projo. Pada pertemuan yang berlangsung tertutup itu, sosok yang juga bakal calon presiden pada Pemilu 2019 tersebut mengaku hadir untuk membakar militansi jajaran relawan.

”Biar rekan-rekan ini memiliki semangat. Memiliki militansi yang tinggi,” ujarnya ditemui setelah memberikan pengarahan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, kemarin (16/9).

Jokowi meyakini para relawannya memiliki komitmen yang tinggi. Tak hanya untuk memenangkannya, tetapi juga untuk ikut berjuang membangun negara. ”Saya meyakini relawan Projo itu bukan relawan kardus,” imbuhnya berseloroh.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta para relawan berkampanye secara sehat. Isu-isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) tidak perlu digunakan sebagai alat merebut massa. Sebaliknya, yang perlu disampaikan adalah program-program. Baik yang sudah dikerjakan maupun yang akan dilakukan.

”Adu program, adu ide, adu gagasan. Saya kira ini akan mendewasakan dan mematangkan cara-cara berpolitik kepada masyarakat,” ucap mantan wali kota Solo tersebut.

Jokowi juga mempersilakan siapa pun untuk menuntut atau mengkritik program pemerintah. Menurut dia, hal itu merupakan hak masyarakat yang tinggal di negara demokrasi. Yang terpenting harus mengikuti aturan yang berlaku.

Di tempat terpisah, relawan Golkar Jokowi (Gojo) kemarin juga melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat. Dipimpin langsung oleh Koordinator Nasional Gojo Rizal Mallarangeng, relawan asal Partai Beringin itu menggelar lomba senam yang berhadiah puluhan door prize kepada masyarakat di sekitar Cengkareng, Jakarta.

”Ini bentuk dukungan langsung grass roots. Tanpa diminta, tanpa ajakan, mereka langsung terlibat,” kata Rizal kepada wartawan kemarin.

Dalam acara itu juga didek­la­rasi­kan relawan Gojo untuk wi­layah Cengkareng dan sekitar­nya. Menurut Rizal, deklarasi rela­wan tersebut akan berjalan ber­tahap hingga muncul rela­wan di seluruh Indonesia. ”Waktu­nya masih delapan bulan (menuju pe­mungutan suara), masih ada wak­tu membentuk relawan,” ujar­nya. (far/bay/c9/fat/jpg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.