Jaringan Narkoba di Rutan Kelas II Garut Harus Diputus

147
0
Ilustrasi
Loading...

GARUT – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas terkait adanya dugaan peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Garut.

“Jaringannya harus diputus, supaya tidak ada lagi peredaran narkoba ke dalam Rutan ini,” pinta Ketua DPD PANNA Garut, Igi N Rukmana kepada Rakyat Garut, Kamis (24/5).

Pemutusan jaringan narkotika ini, kata dia, merupakan tugas kepolisian, dengan cara terus mendalami salah satu kasus yang baru terjadi dua hari ke belakang.

“Dari kasus itu, polisi harus terus menyelidiki sampai akarnya. Sehingga tidak ada lagi kejadian serupa kedepannya,” terangnya.

Igi mengapresiasi dengan kinerja para petugas keamanan Rutan Kelas II Garut yang bisa mendeteksi masuknya narkoba jenis sabu ke dalam Ruatan.

Loading...

“Ini sebuah prestasi bagus yang harus ditularkan dan dilakukan terus oleh petugas yang lainnya,” paparnya.

Igi mengaku, peredaran narkoba di Kabupaten Garut ini sangat memprihatinkan, sehingga butuh peran serta semua unsur. Baik itu pemerintah, kepolisian, masyarakat dan tokoh agama dalam memerangi masalah narkoba di kota dodol ini.

“Mari kita sama-sama memerangi narkoba di Garut ini, supaya kota intan ini bebas dari narkoba,” paparnya.

Sementara itu, Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon mengaku, terkait pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu ke Rutan kelas II Garut pihaknya belum mengetahui secara pasti dalam penanganannya.

Yang jelas, kata dia, berdasarkan keterangan Kasat Narkoba Polres Garut, satu pelaku yang diamankan dari lapas sekarang sudah dilepaskan, karena tidak cukup bukti. “Sudah dilepas katanya, karena tidak cukup bukti,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis siang (24/5).

(yana taryana)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.