Jauhi Hura-Hura di Malam Tahun Baru

279
0
KH Aminudin Bustomi “Siapa yang tahu kan, makanya diselidiki lebih lanjut pengungkapan itu."

Masyarakat Kota Tasikmalaya dihimbau untuk tidak berpoya-poya selama merayakan tahun baru 2018, apalagi melakukan hal-hal yang mendekatkan diri kepada perbuatan maksiat.
Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi MAg meminta masyarakat untuk tidak bereuforia dan hura-hura selama mengisi kegiatan malam tahun baru. ”Apalagi jika di dalamnya ada pemborosan, perbuatan maksiat dan sebagainya, itu sangat tidak dianjurkan,” ungkapnya kepada Radar pada Jumat (29/12).
Seharusnya, kata dia, masyarakat lebih banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur karena masih diberikan nikmat sehat. ”Pergantian tahun merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri secara positif,” tegasnya.
KH Amin pun mengajak masyarakat untuk banyak membaca Alquran di masjid, ketimbang harus berpesta pora di jalan raya. ”Kalaupun ada rezeki lebih baik dikumpulkan untuk kaum duafa,”harapnya.
Dia berharap malam tahun baru nanti, tetap akan memberikan rasa damai, aman dan tentram bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. ”Semua elemen masyarakat harus menjaga kondusivitas selama malam tahun baru,” tuturnya.
Ketua PC NU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya mengatakan di malam tahun baru semuanya harus menjaga kondusivitas dan merayakannya dengan tidak berlebihan.”Perayaan tahun baru itu sesuatu yang rutin dan biasa, hanya yang penting kita banyak melakukan intropeksi saja,” katanya.
KH Didi tidak mengharapkan perbuatan maksiat tejadi di Kota Tasikmalaya sepanjang malam pergantian tahun. ”Kekhawatiran tetap ada, dimana ada sekelompok orang yang mau melampiaskan sifat pergaulan bebas mereka,” pungkasnya.
Ketua Yayasan Nururrahman Singaparna Ustad Asep Musthopa menngungkapkan menyalakan kembang api berlebihan saat tahun baru sifatnya sangat mubadzir. ”Lebih bermanfaat dan bermaslahat disumbangkan ke anak yatim,” tuturnya.
Orang-orang lebih baik bermuhasabah (intropeksi) sepanjang malam tahun baru, agar ditahun berikutnya lebih berkah dan lebih baik. ”Kalau hura-hura itu tidak disukai Allah SWT,” jelasnya.
Aktivis Islam yang tergabung dalam Al-Mumtaz mendatangi sejumlah hotel yang ada di Kota Tasikmalaya, kemarin (29/12). Mereka meminta para pengelola hotel untuk tidak melaksanakan kegiatan yang cenderung negatif khususnya di malam tahun baru.
Dalam kunjungan itu, Al-Mumtaz menemui pengelola hotel dan menanyakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada malam tahun baru. Untuk kegiatan yang dinilai mudarat, mereka meminta untuk dibatalkan.
Koordinator Al-Mumtaz Ustad Abu Hilmi menjelaskan pihaknya mendapat informasi adanya acara-acara yang dinilai negatif di beberapa hotel. Untuk itu, pihaknya merasa perlu mengingatkan pengelola hotel supaya membatalkan acara yang cenderung mudarat. “Ini kan Kota Santri, apalagi sudah ada Perda Tata Nilai,” tuturnya usai mengunjungi Hotel Crown.
Beberapa hari sebelumnya, kata Ustad Hilmi, ada hotel yang mengagendakan acara musik DJ yang menurutnya kurang layak di Kota Tasik. Namun setelah diingatkan, mereka menerima dan berencana mengubah konsep acaranya. “Kami mengingatkan saja, karena kalau terjadi kemaksiatan dan kami membiarkannya ya kami juga salah,” tuturnya.
Pihaknya tidak bisa mendatangi semua hotel yang ada di Kota Tasikmalaya mengingat keterbatasan waktu. Diharapkan semua hotel dan tempat hiburan tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat mudarat. “Kita lalui dengan normatif saja, tidak usah dengan acara yang keterlaluan,” terangnya.
Manager Marketing Hotel Crown Agus Suherman mengatakan memang ada agenda acara di malam tahun baru. Namun konsepnya berupa acara musik nostalgia, buka acara yang berbau maksiat. “Kami menyambut baik dan berterima kasih sudah diingatkan,” katanya.(den/rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.