Jauhi Narkoba, Jangan Kembali Terjerumus!

25

BANYURESMI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Garut bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap warga binaan Minggu (17/2). Kegiatan ini diadakan agar warga binaan Lapas tidak kembali terjerumus setelah bebas nanti.

“Dari sisi hukum para warga binaan sudah mengetahui dampaknya. Tetapi dari sisi kesehatan, masih sedikit yang memahaminya. Jadi kita adakan penyuluhan ini,” ujar Kepala Lapas Klas II B Garut Ramdani Boy kemarin. Dengan penyuluhan tersebut diharapkan bisa menggugah pemikiran warga binaan untuk bisa terbebas dari jeratan narkoba dan tidak mengulangi perbuatanya.

Dia menerangkan saat ini warga binaan di Lapas Garut totalnya ada 800 orang lebih. Dari jumlah tersebut, 60 persennya terjerat kasus narkoba. “Kami ingin para warga binaan ini bisa segera berhenti dan tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Karena itu, kata dia, penyuluhan akan rutin dilaksanakan. Minimal tiga bulan sekali. Dengan begitu, warga binaan bisa mengetahui dampak narkoba kepada tubuh. “Kalau tahu apa dampaknya mereka bisa menghindari narkoba,” ujarnya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Garut Adi Rustawa mengatakan penyuluhan kepada warga binaan yang terjerat narkoba penting diberikan. Sehingga ketika mereka keluar dari Lapas, tak kembali terpengaruh dengan bahaya narkoba.

“Bukan cuma pemakai, tapi ada juga penjualnya. Biar mereka paham apa sih dampak kesehatannya narkoba itu. Dari sisi hukum saya tak banyak bicara, karena sudah mereka rasakan,” katanya.

Adi mengaku saat penyuluhan ada warga binaan yang mengaku sudah mengonsumsi narkoba sekitar 10 tahun dan belum merasakan efek buruk menggunakan narkoba. “Sekarang memang belum dirasakan. Tapi jika terus mengonsumsi akan ada dampaknya bagi tubuh,” ucapnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.