Jawa Barat Siaga Satu Bencana

61

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status bencana siaga satu. Karena beberapa wilayah Jabar mengalami bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan status tersebut merupakan imbauan kewaspadaan kepada warganya. Karena telah memasuki musim hujan dan terjadinya bencana di beberapa wilayah. “Saya sudah sampaikan sekarang kami sedang siaga satu,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Senin (12/11).

Hal itu, karena bencana hidrologis. Secara sejarah, 60 persen bencana hidrologis Indonesia ada di wilayah Jabar. Sehingga ada atau tidak adanya manusia sebagai penyebabnya, bencana itu akan terjadi.

“Rutinitas, di zaman baheula (dulu,Red) sampai sekarang ada (bencana) yakni air meluap, longsor karena hujan dan lain lain,” tuturnya.

Bahkan dua tim BPDB Jabar sudah dikirim untuk melakukan bantuan ke banjir dan longsor yakni wilayah longsor Gentong, Tasikmalaya, dan Naringgul Cianjur. Sebelumnya Pemerintah Jawa Barat telah membangun jembatan Bailey Cipatujah yang kini hampir selesai.

Oleh karena itu, Kang Emil sapaan Ridwan Kamil mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada baik di wilayah maupun dalam perjalanan di musim hujan. Pemerintah pun sudah berupaya membantu dan memberikan solusi secara bertahap. “Mudah-mudahan respon dari pemerintah ditambah kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi masalah ini,” ungkap Kang Emil.

Kembali Longsor

Salah satu titik tebing di Jalur Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya kembali longsor Senin pagi (12/11). Meski masih bisa dilalui kendaraan, para pengendara dihimbau untuk menggunakan jalur Garut.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andriyanto mengatakan setelah ada longsor di titik jalur gentong atas, kejadian serupa kembali terjadi di sekitar jembatan terowek. Tepatnya di lingkar gentong arah menuju Tasik. “Ada longsoran baru, jadi ada dua titik,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat supaya bisa menutup jalur khusus untuk kendaraan besar. Namun demikian, PUPR menyatakan jalan masih bisa dilalui. “Kita sudah koordinasi dengan PUPR, statement dari sana jalan masih bisa dilalui,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya tidak melakukan penutupan jalur, tetapi tetap menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan jalur Garut supaya lebih aman dan lancar. “Kita sudah minta bantuan juga dengan petugas di Garut,” katanya.

Hal itu, kata dia, guna meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan karena faktor alam. Dia sendiri mengakui jalur gentong memang masih bisa dilewati, meski kondisi cuaca yang tidak bisa memungkinkan terjadinya longsor kembali. “Memang masih bisa dilewati, tapi cukup beresiko,” tuturnya.

Selain faktor alam, kata dia, banyaknya mobil berukuran jumbo berpengaruh terhadap kondisi tebing. Beban dan getaran yang dihasilkan pun berpotensi menimbulkan longsor susulan. “Makanya semakin sedikit yang lewat, risiko semakin kecil,” ungkapnya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.