Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.8%

Jejak Budaya di Tanah Pasundan

274
0
PENINGGALAN. Murid SMP melihat mesin tik zaman dulu di pameran koleksi Museum Sri Baduga Bandung Sabtu (14/12). Foto-foto bawah, artefak budaya yang dipamerkan di aula Pondok Seni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar di Pangandaran. foto-foto : nana suryana / radar tasikmalaya
PENINGGALAN. Murid SMP melihat mesin tik zaman dulu di pameran koleksi Museum Sri Baduga Bandung Sabtu (14/12). Foto-foto bawah, artefak budaya yang dipamerkan di aula Pondok Seni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar di Pangandaran. foto-foto : nana suryana / radar tasikmalaya

Sejumlah koleksi Museum Sri Baduga Bandung dipamerkan di aula Pondok Seni, milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat di kawasan Pantai Barat, Pangandaran. Pameran ini menjadi salah satu upaya mengenalkan peninggalan budaya di tengah perubahan zaman.

Ada 91 koleksi peninggalan budaya yang dipamerkan di Pangandaran. Beragam karya-karya bersejarah masih terlihat sangat terawat. Benda-benda tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat dari masa peradaban yang berbeda-beda.

Kemudian, ditampilkan dan ditata melalui pendekatan tujuh unsur dalam kebudayaan. Seperti sistem bahasa, sistem pengetahuan, sistem kekerabatan dan organisasi, sistem peralatan hidup, ekonomi/mata pencaharian serta religi dan kesenian.

DISKUSI. Pengunjung mendapat­kan penjelasan dari pihak Museum Sri Baduga Bandung saat pameran di Pangandaran Sabtu (14/12).
DISKUSI. Pengunjung mendapat­kan penjelasan dari pihak Museum Sri Baduga Bandung saat pameran di Pangandaran Sabtu (14/12).

Pameran ini benar-benar membawa pengunjungnya untuk melihat jejak-jejak peninggalan budaya yang menyimpan sejarah peradaban manusia. Sebagian besar koleksi yang ditampilkan merupakan karya orisinal, sebagian lagi merupakan replika yang menyerupai aslinya.

Beberapa koleksi yang ditampilkan diantaranya, Prasasti Tugu peninggalan kerajaan Tarumanegara, Prasasti Kawali peninggalan kerajaan Galuh dan Prasasti Batu Tulis peninggalan Kerajaan Sunda.

Selain itu, ditampilkan juga menhir, sejumlah arca, perkakas, peralatan berburu serta beberapa koleksi teknologi tradisional dan modern dari kurun wantu yang berbeda-beda.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan PerMuseuman, Dinasparbud Jawa Barat Eddy Sunarto, yang juga Pengelola Musieum Sri Baduga mengatakan, pameran tersebut menonjolkan potensi budaya melalui karya-karya peradaban di masa lalu.

“Kita ingin mengambil peran dalam mempersiapkan generasi milenial yang berbudaya,” ungkapnya saat berbincang dengan Radar.

Dikatakannya, penguatan ketahanan budaya sangat penting sebagai bekal bagi generasi muda menghadapi perubahan zaman yang tidak bisa dibendung.

“Generasi muda harus tahu budaya, jangan sampai seperti beberapa negara tetangga yang tidak memiliki ketahanan budaya, kita tidak boleh seperti itu,” ujarnya.

Di samping terus memberikan edukasi dari sisi pendidikan, Museum Sri Baduga juga berupaya untuk mendorong unsur penguatan ekonomi.

“Budaya ini harus selaras, bukan menjadi penghambat justru mendukung perekonomian,” tutur.

Pihaknya sengaja memilih Pangandaran menjadi lokasi pameran karena dianggap menjadi lokasi yang tepat, dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

“Pameran ini harus di tempat wisata karena kita ingin melihat apresiasi dari masyarakat wisatawan terhadap peninggalan budaya,” ujarnya.

Prasaja, salah seorang guru di Pangandaran mengapresiasi pameran Museum tersebut. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, beragam koleksi Museum juga menjadi bukti sejarah peradaban kebudayaan yang beragam.

TELEPON JADUL. Pengunjung melihat telepon jadul koleksi Museum Sri Baduga Bandung.
TELEPON JADUL. Pengunjung melihat telepon jadul koleksi Museum Sri Baduga Bandung.

“Tentu sangat menarik, dan tidak menutup kemungkinan di wilayah kita (Pangandaran) juga banyak peninggalan masa lalu yang belum terungkap, padahal ini bisa menjadi ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk kemajuan zaman,” ungkapnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata berkesempatan melihat pameran tersebut. Menurutnya, pengenalan budaya sangat penting dan menjadi daya tarik wisata.

“Selain menjadi jati diri bangsa, budaya juga menjadi sektor pendukung pariwisata, untuk itu kita pemerintah daerah sangat mendukung pengembangan dan pelestarian budaya,” ujarnya.
Lanjut Jeje, pameran Museum menjadi salah satu upaya menjaga nilai-nilai budaya. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.