Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi di Kota Tasik Lesu, Pembeli Harus Tanyakan Ini..

233
0
Seorang penjual sapi tampak sedang memberi pakan terhadap sapi yang akan dijualnya, Kamis (23/07). rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Sejumlah pedagang sapi di Kota Tasik, mengalami penurunan penjualan alias lesu, menjelang momen Idul Adha 1441 H.

Penjualan sapi mereka tak seperti momen-momen Idul Adha tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang sapi di Jalan Gubernur Sewaka, Kecamatan Mangkubumi, Ade Memed (58) mengatakan, penjualan sapinya saat ini mengalami penurunan hingga 40 persen.

Hingga saat ini, masih banyak sapi yang ada di lapaknya. Padahal, pada tahun sebelumnya, sapi yang dijualnya sudah banyak yang laku terjual.

“Menurun. Mungkin karena ekonomi berhenti akibat Covid-19. Dari yang biasa beli lima jadi tiga,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (23/07) sore.

Terang dia, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, H-7 Idul adha sapinya telah terjual sekira 100 ekor. Namun, saat ini dari 60 ekor sapi yang ada belum terpesan.

Loading...

Ade menambahkan, sapi yang dijualnya saat ini seluruhnya diambil dari Tasikmalaya bagian selatan atau sapi lokal.

Tahun ini, tak ia tak mendatangi sapi dari luar Tasikmalaya. Sebab, pasarnya sedang menurun.

Sapi di lapak Ade saat ini dijual dengan kisaran harga Rp14 juta hingga Rp 35 juta.

Untuk menyiasati sepinya pembeli, ia terpaksa menurunkan harga sapi yang dijualnya. “Misalnya harga 21 juta jadi 19,5 juta,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Dan Perikanan (DKP3), Kota Tasik, Tedi Setiadi menuturkan, ketersediaan hewan kurban di wilayahnya mencukupi kebutuhan warga yang akan melaksanakan kurban.

“Karena hewan kurban yang masuk dari luar daerah pasti ada surat keterangan sehatnya. Kemarin juga kita sudah turunkan untuk melakukan pemeriksaan. Kondisi hewan in syaa Allah aman, sebab penjual juga tidak ingin ambil risiko,” tuturnya.

Kendati demikian, Tedi mengimbau, para pembeli hewan kurban tetap teliti dalam memilih sapi.

Menurut dia, pembeli dapat menanyakan asal hewan kurban dan meminta pedagang menunjukkan surat keterangan sehat hewan.

Menurut dia, sejauh ini tak ada temuan hewan kurban yang berpenyakit di Kota Tasikmalaya.

Namun, di lokasi penjualan hewan masih banyak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan.

“Temuan paling penjual dan pembeli tak menerapkan protokol kesehatan. Kita berikan edukasi,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.