Jelang Musda Golkar Kota Tasik, Sekretaris vs Ketua, 8 PK Dorong Nurul

250
0

KOTA TASIK – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya yang akan dihelat akhir bulan Juli 2020 ini, kondisi internal partai politik (parpol) yang identik dengan pohon beringin itu mulai memenas.

Nama Sekretaris DPD Partai Golkar, H Nurul Awalin yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tasik saat ini, digadang-gadang di Musda nanti menjadi pesaing utama HM Yusuf, ketua DPD Partai Golkar Kota Tasik saat ini yang juga Wakil Wali Kota Tasik.

Rabu (15/07) malam, sebanyak 8 Pengurus Kecamatan (PK) dari total 10 PK, bersilaturahmi dengan Nurul di Jalan Bantar, Kecamatan Bungursari.

Dalam pertemuan itu turut hadir Pengurus Pleno DPD Partai Golkar, Heru Sulaksana.

Dalam pertemuan itu para PK mengungkapkan dukungannya terhadap Nurul di Musda nanti.

Penilaian para PK ini atas dasar kinerja Nurul selama ini saat menjadi pengurus DPD Partai Golkar maupun ketika menjadi wakil rakyat. Mereka juga mengkritik kinerja Ketua DPD saat ini.

Loading...

“Kita bangga memiliki wakil wali kota (HM Yusuf), namun di akar rumput terus bertanya-tanya mana program yang dicanangkan dalam Rakerda? Aspirasi itu yang masuk ke kami di level kecamatan,” ujar Ketua PK Golkar Kecamatan Bungursari, Sapju kepada radartasikmalaya.com.

Maka, terang dia, sejumlah PK yang menampung aspirasi itu di masing-masing wilayah dan menentukan sikap.

Sebab, para PK tidak ingin Golkar hanya begitu-begitu saja, tetapi ingin jaya dan semakin besar.

“Tidak cukup di level pengurus saja, tapi program itu juga harus menyentuh ke masyarakat supaya di wilayah semakin besar, baik kaderisasi maupun pembinaan,” terangnya.

Sapju mengaku, bukan menilai secara personal kepengurusan hari ini di bawah komando Yusuf.

Namun, orientasi setiap PK ingin adanya perubahan signifikan. Secara historis partai beringin memiliki statistik tersendiri ketika punya tidaknya pejabat di struktur DPD.

Perwakilan PK Golkar lainnya, Dadang Sambas menuturkan, PK yang berkumpul ini murni aspirasi dan tak ada yang menggiring. Keputusan mendorong Nurul karena ingin ada perubahan signifikan.

Sementara itu, pengurus Pleno DPD Golkar Kota Tasik, Heru Sulaksana menandaskan kedewasaan berdemokrasi di level PK ke bawah sudah sangat matang.

Sebagai pemilik suara di Musda, mereka memiliki kendali penuh untuk menentukan sedemokratis mungkin dalam menjatuhkan pilihan demi masa depan partai.

“Kami kaget justru sekarang PK dan PL benar-benar berpartai secara dewasa. Bukan lagi geng-gengan. Kami sayangkan ada isu intimidasi padahal ini hak demokrasi, sudah tidak ada lagi diperkosa secara politik,” tandasnya.

Dia berharap pelaksanaan Musda nanti semua kader, pengurus bahkan kontestan, menunjukkan sikap arif sesuai kultur dan karakter Golkar.

Dia tak ingin ada bisikan atau masukan dari luar kader yang justru bisa merugikan kemajuan partai.

(rezza rizaldi)

Berita terkait : Husen: Golkar Kota Tasik “Menghangat” & Perlu Sosok Pemersatu
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.