Jelang Tahun Baru, Alun-alun Garut & Komplek Olahraga Kerkof Ditutup

61
0
DITUTUP. Menghindari kerumuman, Pemerintah Kabupaten Garut kembali menutup sementara dua fasilitas umum yakni Alun-alun Garut dan komplek olahraga merdeka atau kerkhof. Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut kembali menutup sementara dua fasilitas umum yakni Alun-alun Garut dan komplek olahraga merdeka atau kerkhof.

Penutupan dua fasilitas umum menjelang pergantian tahun ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir adanya kerumunan di fasilitas umum tersebut.

“Alun-alun dan Lapang Kerkhof ini sering dijadikan tempat berkerumun masyarakat. Jadi kita tutup sementara untuk meminimalisir kerumunan terutama saat pergantian tahun nanti,” ujar Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Garut Benny Bachtiar, dalam rilis resminya, Minggu (27/12).

Benny menerangkan, penutupan dua fasilitas umum ini menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Garut Nomor 443.1/11818/Kesra Tanggal 21 Desember 2020 tentang Pelarangan Perayaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa dalam upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca juga : Aliansi Santri Garut Tolak Ormas Berpaham Radikal

loading...

“Ini tindak lanjut dari surat edaran bupati. Penutupan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Menurut dia, penutupan ini juga dilakukan karena Kabupaten Garut sempat berada di zona merah zonasi level kewaspadaan Covid-19, sehingga tim Satgas melakukan langkah pencegahan dengan menutup dua tempat umum yang dikhawatirkan menjadi lokasi kerumunan di masa libur nataru tahun ini.

Benny berharap, dengan adanya penutupan ini, diharapkan tidak ada kerumunan masyarakat terutama pada saat malam pergantian tahun.

“Kami harapkan masyarakat diam di rumah saat malam tahun baru nanti. Lebih baik berdoa di rumah saat tahun baru nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, angka kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut setiap harinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Hingga Minggu (27/12) pukul 12.30, angka kasus positif mencapai 3.693 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.418 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 2.177 kasus sembuh dan 98 kasus meninggal dunia.

“Saat ini seluruh pasien positif mendapatkan penanganan dari tim dokter di rumah sakit” ujarnya.

Ia menyampaikan wabah Covid-19 di Garut masih terus terjadi sehingga harus menjadi kewaspadaan semua pihak dengan menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Upaya pencegahan penularan virus bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.