Jembatan Dianggarkan Tahun Ini

35
0
MEMANTAU. Bupati Garut H Rudy Gunawan didampingi para pejabat saat meninjau lokasi penyeberangan rakit di Kampung Panangungan Kelurahan Lengkongjaya Kecamatan Karangpawitan Selasa (29/1).Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

KARANGPAWITAN – Pemerintah Kabupaten Garut akan segera membangun jembatan di perbatasan Banyuresmi dengan Karangpawitan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut H Rudy Gunawan saat meninjau tempat penyeberangan rakit di Kampung Panangungan Kelurahan Lengkongjaya Kecamatan Karangpawitan Selasa (29/1).

“Kita siap anggarkan pada (anggaran) perubahan nanti. Diperkirakan bulan September bisa dibangun,” ujar bupati kepada wartawan. Menurut dia, pembangunan jembatan tidak bisa dilakukan bulan sekarang karena anggarannya belum ada.

Terkait jembatan yang akan dibangun, Rudy mengaku belum bisa menerangkan. Dia akan membahas terlebih dulu dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Selama satu minggu Dinas PUPR akan melakukan kajian pembangunan jembatan. Nantinya akan ditentukan jenis jembatan yang akan dibangun. “Apakah jembatan rawayan, semi permanen atau permanen yang nanti akan dibangun di tempat ini,” ujarnya.

Rudy menginginkan agar tersedia jembatan permanen dengan lebar 2,5 meter. Namun semua itu harus berdasar kajian. Anggaran yang disediakan untuk pembangunan jembatan berkisar Rp 500 juta sampai Rp 2,5 miliar. “Rawayan itu cuma awet tiga tahun, beda sama permanen bisa sampai 20 tahun kekuatannya,” ujarnya.

Rudy pun mengaku kecolongan dengan adanya masyarakat di perkotaan Garut yang masih menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. “Saya sangat prihatin di zaman modern seperti ini tidak layak lagi menyeberang menggunakan rakit. Meski hanya 15 orang yang menggunakannya, itu tidak boleh ada,” terangnya.

Kepala Dinas PUPR Garut Uu Saepudin mengatakan dari kajian sementara lokasi jembatan akan dipindah. Tak menempati lokasi penyeberangan rakit. “Tanah yang di lokasi penyeberangan ini labil. Jadi akan dipindah. Biar akses jalan juga lebih dekat,” ujarnya.

Loading...

Melihat lokasi, kata dia, jembatan semi permanen cocok dibangun di wilayah tersebut. “Jembatan semi permanen ini bisa dilalui sepeda motor dan kekuatannya juga lebih bagus,” terangnya.

Lurah Lengkong Jaya Edi menyambut baik pembangunan jembatan di wilayahnya. Hal itu karena keberadaan jembatan penyeberangan sangat dibutuhkan, khususnya siswa yang sekolah di wilayah Banyuresmi. “Ada 15 anak yang sekolah di wilayah Banyuresmi, jadi sangat membantu sekali,” terangnya.

Edi mengaku sebelumnya sudah mengajukan pada tahun 2015 terkait pembangunan jembatan, tetapi belum terealisasi. “Alhamdulillah sekarang pak bupati sudah meninjau dan akan membangun,” ujarnya.

Elsa Saepudin (9), murid kelas III MI Nurul Huda senang jika ada jembatan di kampungnya. Dirinya bersama teman-temannya tidak lagi naik rakik ketika berangkat ke sekolah. “Senang sekali soalnya sepatu nggak akan basah kalau ada jembatan. Bisa lebih cepat sampai sekolah,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.