Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.1%

3.5%

23.7%

2.3%

45%

0.1%

16.6%

0%

Jembatan Kaliroma Ambruk, Pikap Terguling

40
0
AMRUK. Jembatan Kaliroma di Kecamatan Banjarayar ambruk setelah dilewati mobil Pikap pengangkut kayu, Minggu (17/11). Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIAMIS – Jembatan Kaliroma yang menghubungkan Dusun Nagrak Desa Tanjungsari dan Dusun Cibatu Desa

Pasawahan Kecamatan Banjaranyar ambruk, Minggu (17/11) sekitar pukul 12.00. Runtuhnya jembatan tersebut setelah dilintasi oleh mobil Pikap pengangkut kayu yang dikemudikan Deni (37).

Mobil yang dikemudikan warga Banjaranyar itu nyaris terguling. Posisinya miring. Beruntung berhasil dievakuasi secara gotong royong oleh masyarakat.

Warga Dusun Cibatu Yayat Hayatul Hasani alias Opet (37) menerangkan, saat itu, dia mengendarai motornya di belakang Pikap. Ketika mobil mau sampai di ujung jembatan, tiba-tiba bantalan kayu jembatan ambruk. Mobil pun nyaris terjungkal ke bawah Sungai Kaliroma dari ketinggian empat meter.

“Saya kaget juga. Untung belum lewat. Makanya saat itu meminta pertolongan ke warga sekitar. Setelah banyak warga dan gotong royong mobil yang dikendarai Deni bisa dievakuasi dengan selamat,” kata Yayat kepada Radar.

Runtuhnya jembatan sepanjang enam meter, lebar tiga meter dan tinggi empat meter itu lantaran sudah lapuk. Selama bertahun-tahun, jembatan belum pernah diganti. Apalagi sehari-harinya dilintasi mobil dengan beban berat.

Jembatan tersebut, kata Yayat, merupakan akses paling cepat yang bisa dilalui warga, baik dari Desa Tanjungsari ke Desa

Pasawahan maupun sebaliknya. “Sekarang, saya atau masyarakat lain ingin melintas sudah tidak bisa. Terpaksa harus memutar sampai 15 kiloan. Jadi aksesnya tambah jauh ingin pergi ke desa tetangga itu,” ujar guru kelas MI Pasawahan itu.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Alangkah baiknya, penyangga jembatan memakai besi atau dicor. Perbaikan perlu dilakukan karena jembatan tersebut merupakan akses perekonomian masyarakat. Bahkan, anak-anak sekolah pun biasa berjalan kaki melewati jembatan tersebut ke sekolah. Bila tidak ada jembatan itu, mereka harus naik motor dengan jarak 15 kilometer. “Saya harap jembatan penghubung desa ini bisa permanen nantinya agar akses perekonomian dan pendidikan lebih dekat dan lancar,” harapnya.

Camat Banjarayar Dedi Iwa mengatakan, pada peristiwa itu tidak ada korban jiwa meskipun satu mobil sempat terperosok, nyaris terguling ke Sungai Kaliroma yang kekeringan. Mobil berhasil dievakuasi warga dengan ditarik secara gotong royong. “Mengenai penanganan jembatan segera akan diperbaiki dengan masyarakat pakai kayu. Namun nantinya juga akan diajukan ke pemerintah untuk penganggarannya untuk segera ada perbaikan. Semoga bisa permanen karena jembatan itu akses yang dekat dan sering dipergunakan masyarakat,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.