Legislator, DPRD Kota Tasikmalaya

Jembatani Kepentingan Masyarakat dan Pemerintah

105
0
KURNIA HIDAYAT, SH
Loading...

Hampir lima tahun menjalani tugas anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kurnia Hidayat, SH selalu memposisikan diri sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1980 ini, selalu berupaya memberikan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, untuk membangun Kota Tasik pada umumnya dan wilayah Tamansari, Cibeureum, Purbaratu khususnya.

“Bersama dengan teman-teman anggota DPRD yang lain, saya ingin selalu memberikan kontribusi terbaik, untuk bisa membangun masyarakat Kota Tasik semakin maju lagi,” tuturnya.

Menurut Kurnia, Kecamatan Tamansari, dari sepuluh kecamatan di Kota Tasikmalaya, masih membutuhkan perhatian yang ekstra dari pemerintah.

Saat ini masyarakat Kecamatan Tamansari, banyak yang menggantungkan hidupnya dengan cara bekerja di luar Kota Tasik.

Loading...

Sehingga cita-cita ke depan Kurnia, yaitu mendorong ketersediaan lapangan pekerjaan juga menggali potensi masyarakat sehingga bisa mewujudkan masyarakat sejahtera.

“Untuk infrastruktur alhamdulliah memang sudah ada perubahan. Dari yang sebelumnya masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, sekarang sudah banyak yang bagus. Kemudian saya pun selalu berkoordinasi dengan pihak eksekutif, agar yang menjadi aspirasi masyarakat bisa terwujud,” jelasnya lagi.

Selain ketersediaan lapangan pekerjaan, ke depan Kurnia ingin meningkatkan tarap pendidikan bagi masyarakat Kecamatan Tamansari.

Dengan didirikannya Universitas Siliwangi, dia berharap memberikan kontribusi besar untuk masyarakat Kecamatan Tamansari.

“Memang ada pendirian Universitas Sliwangi, meskipun belum terbangun secara keseluruhan, ya kami berharap bisa memberikan efek domino yang positif bagi masyarakat. Seperti halnya di daerah-daerah lain, kalau ada universitas ekonomi masyarakat juga terdorong,” harapnya.

Sebagai anggota DPRD yang memiliki tugas pokok dan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan, Kurnia pun kerap terlibat dan berkontribusi dalam pembahasan perda-perda yang dilakukan DPRD. Baik itu perda inisiatif DPRD maupun perda yang merupakan usulan dari pihak eksekutif.

“Perda-perda yang kita bahas, memang tidak semua perda inisiatif, akan tetapi ada juga perda-perda yang merupakan turunan dari peraturan-peraturan pemerintah pusat. Dan harus dilanjutkan dengan perda di daerah, jadi DPRD melakukan sinkronisasi dengan peraturan dari pusat, akan tetapi tetap menjaga muatan-muatan lokalnya,” ungkap dia.

Terlebih, kata Kurnia, karak­te­ristik Kota Ta­sik berbeda de­ngan daerah lain. Dengan ma­syarakat Kota Ta­sik yang religius, se­hingga DPRD tu­rut menjunjung ka­rakteristik Kota Ta­sik dengan cara membuat per­aturan daerah yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Seperti adanya Perda Tata Nilai Kehidupan Masyarakat, Perda Peredaran Minuman Beralkohol serta perda-perda lainnya.

Dalam bidang anggaran, Kurnia menjelaskan bila anggaran pendapatan daerah Kota Tasikbelum maksimal. Sehingga harus bisa menggali potensi-potensi yang dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Selama ini untuk pembangunan di Kota Tasik masih menjalankan transfer dana dari pemerintah pusat. Sedangkan PAD yang dimiliki Kota Tasik, hanya berasal dari pajak-pajak yang belum signifikan, karena Kota Tasika tidak memiliki potensi wisata yang bisa menyerap wisatawan-wisatawan dari daerah lain.

“DPRD dan pemerintah berkoordinasi juga dalam hal penganggaran, agar bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah, agar pembangunan bisa tetap berjalan,” tandasnya.

Dalam bidang pengawasan, sebagai anggota Komisi I DPRD Kota Tasik, Kurnia bersama anggota DPRD lainnya terus melakukan evaluasi kinerja pemerintah.

Mengevaluasi berbagai program yang sudah dijalankan, kemudian menelaah setiap persoalan yang muncul di masyarakat serta mencari solusi terbaik untuk masyarakat.

Selain itu, lanjut Kurnia, sebagai anggota DPRD, dia pun harus menjembatani apa yang menjadi kebijakan dan kewenangan pemerintah, agar kewenangan tersebut tidak menjadi beban bagi masyarakat.

“Disitulah kami sebagai anggota DPRD hadir, sebagai penyeimbang antara pemerintah dengan masyarakat,” tegasnya.

Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, yang telah banyak mendukung kinerja DPRD selama ini. Karena masih banyak hal harus diperjuangkan untuk masyarakat Kota Tasik lebih baik dan sejahtera.

“Ha­ra­p­an sa­ya ke de­pan masih bisa men­­­ja­di jem­ba­tan antara ma­sya­ra­kat dan pe­­­me­rin­­tah. Ma­­­­sih ba­­­nyak yang ha­­­rus di­­­per­ju­­ang­kan un­­­tuk ma­­­s­ya­ra­­kat,” pung­kas­­­nya. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.